AHM Siapkan 60 Bus dan 32 Truk untuk Program Mudik Bareng Honda 2026

- Jumat, 13 Februari 2026 | 13:00 WIB
AHM Siapkan 60 Bus dan 32 Truk untuk Program Mudik Bareng Honda 2026

GELORA.ME - Menjelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H, PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menggelar program Mudik dan Balik Bareng Honda (MBBH) untuk tahun 2026. Program tahunan ini, yang telah berjalan sejak 2008, dirancang khusus untuk memberikan solusi perjalanan yang lebih aman dan terjamin bagi para pemudik pengguna sepeda motor Honda. Dengan menyiapkan puluhan armada bus dan truk pengangkut sepeda motor, AHM menargetkan untuk melayani ribuan pemudik dalam perjalanan pulang kampung maupun kembali ke Jakarta setelah Lebaran.

Rincian Armada dan Jadwal Keberangkatan

Untuk memfasilitasi arus mudik, perusahaan menyiapkan total 60 unit bus yang akan mengangkut 2.400 peserta. Rute perjalanan menuju dua kota tujuan utama: Yogyakarta dengan 38 bus dan Semarang dengan 22 bus. Keberangkatan peserta menggunakan bus ini dijadwalkan pada 14 Maret 2026, bertolak dari area PT Astra Honda Motor di Sunter, Jakarta Utara.

Menyadari pentingnya mobilitas di daerah tujuan, AHM juga mengatur pengiriman sepeda motor peserta. Sebanyak 1.200 unit motor akan diangkut menggunakan 32 truk carrier, dengan jadwal pengiriman lebih awal pada 12 Maret 2026 dari Bhanda Ghara Reksa (BGR) Kelapa Gading. Dengan skema ini, sepeda motor diharapkan telah tiba lebih dulu, siap digunakan peserta saat tiba di kampung halaman.

Fasilitas Komprehensif dan Jaminan Perlindungan

Program ini tidak sekadar menyediakan transportasi. Setiap peserta mendapatkan dua kursi bus ber-AC untuk setiap sepeda motor yang didaftarkan, dilengkapi dengan asuransi perjalanan dan layanan kesehatan di titik keberangkatan serta tujuan. Sepeda motor yang diangkut pun dilindungi asuransi selama dalam perjalanan.

Untuk kenyamanan perjalanan, AHM menyediakan paket goodie bag berisi jaket, makanan, dan merchandise pendukung. Fasilitas pendukung seperti area istirahat, tempat ibadah, dan konsumsi selama di perjalanan juga disiapkan. Sebagai bentuk apresiasi, peserta berkesempatan memenangkan doorprize, termasuk dua unit sepeda motor.

Komitmen terhadap Keselamatan Konsumen

General Manager Honda Customer Care Center (HC3) AHM, Antok Yuniarso, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian perusahaan terhadap keselamatan pelanggannya. Ia menyatakan bahwa momen mudik adalah waktu berharga untuk berkumpul keluarga, sehingga perjalanan harus didukung dengan layanan terbaik.

"Mudik merupakan momen yang ditunggu untuk berkumpul bersama keluarga. Melalui Mudik dan Balik Bareng Honda 2026, kami ingin memberikan alternatif perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi konsumen sepeda motor Honda, didukung armada bus dan truk terbaik, fasilitas lengkap, serta layanan pendukung agar pemudik dapat menikmati perjalanan dan tiba di kampung halaman dengan nyaman," jelas Antok.

Persiapan untuk Arus Balik dan Syarat Pendaftaran

Setelah masa Lebaran, program arus balik akan dilaksanakan pada 28 Maret 2026. Pada fase ini, AHM menyiapkan 22 bus untuk mengangkut 800 pemudik kembali ke Jakarta, didampingi 11 truk yang membawa 400 unit sepeda motor.

Pendaftaran untuk MBBH 2026 telah dibuka sejak 12 Februari dan akan berlangsung hingga 11 Maret 2026, dengan biaya partisipasi sebesar Rp150.000 per motor. Kuota terbatas dan pendaftaran dilakukan secara eksklusif melalui kanal online resmi, termasuk situs tertentu dan aplikasi terkait.

Persyaratan peserta cukup ketat guna menjamin kelancaran operasional. Peserta wajib merupakan pengguna sepeda motor Honda dengan melampirkan KTP, SIM C, dan STNK asli. Setiap motor boleh diikuti maksimal dua orang. Kondisi kendaraan harus standar dan prima, dengan batas barang bawaan 20 kg per unit. Seluruh peserta juga diwajibkan mematuhi protokol keselamatan, termasuk menggunakan helm berstandar SNI, serta mengikuti semua ketentuan perjalanan yang telah ditetapkan oleh penyelenggara.

Editor: Farah Ayu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar