GELORA.ME - Dua produsen helm terkemuka, SMK dan Studds, memanfaatkan panggung Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 untuk meluncurkan produk andalan terbaru mereka. Ajang otomotif terbesar di tanah air ini menjadi momen strategis untuk memperkenalkan SMK Cygnus, helm flip-back modular, dan Studds Atlas, helm open-face yang terjangkau. Kedua helm ini masih dalam tahap sampel dan akan segera diproduksi massal, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan keselamatan dan kenyamanan pengendara motor Indonesia yang semakin dinamis.
Dua Jawaban untuk Beragam Kebutuhan
Menurut Avant Tjen, Director Sales & Marketing PT PBS, peluncuran ini merupakan respons terhadap pasar yang semakin cerdas. Pengguna motor saat ini tidak hanya mencari pelindung kepala, tetapi juga produk yang berkualitas dan sesuai dengan gaya hidup serta kebutuhan spesifik mereka.
"Kami melihat pengguna sepeda motor kian banyak yang ingin helm berkualitas namun tetap sesuai dengan passion mereka. Baik Cygnus maupun Atlas memang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat pengguna sepeda motor di Indonesia," tuturnya pada Kamis (12/2/2026).
Pernyataan ini menggarisbawahi pendekatan kedua brand yang tidak sekadar menjual produk, tetapi berusaha memahami karakter dan aktivitas berkendara masyarakat.
SMK Cygnus: Fleksibilitas dengan Standar Tinggi
SMK Cygnus hadir sebagai gebrakan dengan konsep flip-back modular. Chin guard atau pelindung dagunya dapat diputar hingga 180 derajat, memungkinkan pengendara beralih dengan mudah dari mode full-face yang protektif ke mode open-face yang lebih santai hanya dalam hitungan detik. Fleksibilitas ini sangat cocok untuk kondisi perkotaan dimana interaksi dan kenyamanan sering kali menjadi pertimbangan.
Dibangun dengan Fondasi Keselamatan yang Kuat
Di balik fitur modularnya, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Struktur shell Cygnus menggunakan material EIRT (Enhanced Impact Resistance Thermoplastic) yang dikenal tangguh, didukung lapisan EPS multi-density untuk penyerapan energi benturan optimal. Yang penting, chin guard-nya telah mengantongi sertifikasi khusus (P/J) yang menjamin kekuatannya baik dalam posisi tertutup maupun terbuka. Helm ini juga telah memenuhi standar ketat global dan nasional, yaitu ECE 22.06, DOT, dan SNI.
Kenyamanan untuk Perjalanan Jarak Jauh
Agar nyaman digunakan dalam durasi lama, Cygnus dilengkapi sistem ventilasi channelled yang terintegrasi, mulai dari top air vent hingga exhaust di bagian belakang. Sistem ini menjaga sirkulasi udara tetap lancar dan mengurangi potensi fogging. Interiornya didesain dengan liner breathable yang hypoallergenic, dapat dicuci, dan dilengkapi wind protector serta breath deflector. Untuk visibilitas, helm ini menggunakan visor lebar anti-gores yang kompatibel dengan Pinlock MaxVision dan dilengkapi sun visor internal.
Studds Atlas: Proteksi Optimal dengan Nilai Tambah
Berbeda dengan Cygnus, Studds Atlas memilih format open-face yang populer di kalangan pengendara harian. Yang menarik, Indonesia menjadi negara pertama yang diperkenalkan pada helm model ini secara global. Atlas menawarkan paket lengkap keselamatan, kenyamanan, dan fitur fungsional dengan harga yang sangat kompetitif.
Proteksi Dasar yang Tidak Dikompromikan
Meski berformat open-face, Atlas dibekali struktur shell dari material tahan benturan tinggi. Sertifikasi DOT dan SNI yang disandangnya menjadi bukti bahwa helm ini memenuhi standar keselamatan yang berlaku. Detail seperti quick release chin strap dengan buckle stainless steel anti-karat menunjukkan perhatian pada keandalan dan kemudahan penggunaan sehari-hari.
Desain yang Memperhatikan Detail Pengendara
Kenyamanan pengguna menjadi fokus lain. Atlas menggunakan moisture-wicking inner lining yang menyerap keringat dan bersifat hypoallergenic. Lapisan cat pada shell-nya tahan UV, menjaga penampilan helm tetap awet meski sering terpapar matahari. Dari sisi visibilitas, helm ini dilengkapi long visor dan sun visor internal untuk mengurangi silau. Fitur glasses fit yang dirancang khusus membuatnya nyaman bagi pengendara berkacamata, sementara spoiler di bagian belakang membantu stabilitas saat berkendara.
Penawaran Harga yang Kompetitif
Dari segi penetapan harga, kedua produk menawarkan nilai yang rasional. SMK Cygnus, dengan segudang fitur modular dan teknologinya, diproyeksikan dibanderol mulai dari Rp2 juta hingga Rp2,5 juta. Sementara itu, Studds Atlas menargetkan segmen yang lebih luas dengan estimasi harga mulai dari Rp450 ribuan. Rentang harga ini menunjukkan strategi positioning yang jelas, memberi pilihan bagi konsumen dengan prioritas dan anggaran yang berbeda, tanpa mengorbankan komitmen terhadap kualitas dasar.
Kehadiran kedua helm ini di IIMS 2026 tidak hanya sekadar peluncuran produk, tetapi juga sinyal bahwa industri perlengkapan berkendara di Indonesia terus berkembang, menawarkan inovasi yang lebih dekat dengan realitas dan kebutuhan pengguna di jalanan.
Artikel Terkait
Kapolres Bima Kota Dicopot dan Diperiksa Propam Terkait Dugaan Dana dari Bandar Narkoba
AKBP Catur Erwin Setiawan Ditunjuk Jadi Pjs Kapolres Bima Kota Gantikan Kapolres Tersandung Kasus Narkoba
Program Makan Bergizi Gratis 2026 Diperluas untuk Balita 6-59 Bulan
Transformasi Digital di Indonesia: Pengalaman Pengguna dan Keamanan Data Jadi Kunci Sukses Platform Online