GELORA.ME - Seorang sopir mobil pengangkut program Makan Bergizi Gratis (MBG) tewas dalam sebuah kecelakaan beruntun dengan sebuah truk bermuatan batu fondasi di Lampung Timur, Kamis (12/2/2026) pagi. Insiden yang terjadi di ruas jalan desa yang sempit di Desa Bungkuk, Kecamatan Marga Sekampung, itu juga menyebabkan seorang kenek mengalami luka-luka. Polisi setempat kini tengah mendalami penyebab pasti tabrakan yang diduga melibatkan faktor kecepatan dan kondisi jalan tersebut.
Kronologi dan Dampak Kecelakaan
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun di lokasi, kedua kendaraan diduga melaju dari arah berlawanan dengan kecepatan yang cukup tinggi. Ruang gerak yang terbatas di jalan pedesaan itu menyulitkan manuver menghindar, yang berujung pada benturan keras secara hampir berhadapan depan. Kekuatan tabrakan tersebut membuat kabin mobil pengangkut MBG ringsek parah, terutama di bagian depan.
Akibatnya, sopir mobil bernama Ansory tewas seketika di tempat kejadian. Proses evakuasi jasadnya berlangsung sukar karena tubuh korban terjepit di dalam reruntuhan kabin yang hancur. Petugas dan warga sekitar memerlukan usaha ekstra untuk membebaskannya.
Korban Selamat dan Respons Awal Petugas
Sementara itu, kenek mobil MBG yang bernama Ferry berhasil selamat dari maut. Meski begitu, ia menderita cedera serupa patah tulang pada lengan dan harus segera dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Tim dari Unit Laka Satlantas Polres Lampung Timur pun langsung bergerak cepat untuk mengamankan lokasi dan memulai proses olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Plt Kasie Humas Polres Lampung Timur, Ipda Edwin Sutartama, menegaskan bahwa penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap titik terang peristiwa ini.
"Kami masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini dan memintai keterangan dari beberapa saksi, termasuk kenek mobil MBG serta sopir truk muatan batu," jelasnya.
Penyelidikan Berlanjut dan Imbauan Keselamatan
Sebagai bagian dari proses hukum, kedua kendaraan yang terlibat telah diamankan untuk kepentingan pemeriksaan forensik lebih lanjut. Melihat karakteristik jalan di lokasi kejadian yang cenderung sempit dan berliku, polisi juga mengingatkan seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan berat, untuk selalu menyesuaikan kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan. Kehati-hatian ekstra dinilai krusial untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa mendatang.
Artikel Terkait
Sopir Tangki Air Bersih Tembak dan Kritis Diserang di Jalur Yahukimo
Suzuki Pamerkan Mobil Listrik Perdana hingga Solusi Maritim di IIMS 2026
MKMK Jelaskan Mekanisme Penanganan Konflik Kepentingan Hakim Konstitusi
Pemerintah Finalisasi Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan, Target Operasi 2026