GELORA.ME - Operasional lift di Stasiun LRT Kuningan telah pulih sepenuhnya setelah mengalami gangguan teknis yang menyebabkan lima penumpang terjebak selama sekitar dua menit, Selasa (10/2/2026). Insiden yang berlangsung singkat itu berhasil diatasi oleh petugas stasiun melalui prosedur evakuasi manual standar, memastikan keselamatan seluruh pengguna. Pihak operator, LRT Jabodebek, telah melakukan pemeriksaan teknis menyeluruh sebelum mengaktifkan kembali fasilitas tersebut pada hari yang sama.
Proses Evakuasi dan Penanganan Awal
Menanggapi insiden tersebut, Manager of Public Relations LRT Jabodebek, Radithya Mardika, menjelaskan bahwa respon petugas berjalan sesuai protokol. Alarm darurat yang diterima Station Officer menjadi titik awal aksi cepat di lokasi.
“Petugas Station Officer menerima alarm darurat dan laporan dari pengguna, kemudian segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi manual sesuai prosedur keselamatan,” jelas Radithya dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Setelah penumpang dievakuasi dengan selamat, lift langsung dinonaktifkan untuk memungkinkan pemeriksaan mendalam oleh tim teknis. Langkah ini diambil guna mengidentifikasi akar masalah dan mencegah terulangnya kejadian serupa.
Pemeriksaan Teknis dan Pemulihan Operasi
Tim teknisi kemudian melakukan pengecekan komponen secara detail. Proses ini, meski tampak hati-hati, berjalan cukup efisien sehingga fasilitas dapat dioperasikan kembali dalam waktu yang relatif singkat.
“Setelah proses evakuasi, kami langsung menonaktifkan lift untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut oleh tim teknis. Pada pukul 15.51 WIB, lift telah dinyatakan aman dan dapat beroperasi kembali secara normal,” tuturnya.
Pemulihan yang cepat ini menunjukkan adanya sistem penanganan darurat yang telah terstruktur, meski tetap menyisakan pertanyaan mengenai pemicu awal gangguan pada perangkat yang seharusnya telah melalui perawatan rutin.
Langkah Mitigasi dan Pengawasan ke Depan
Sebagai bentuk evaluasi, manajemen LRT Jabodebek mengaku akan memperketat pengawasan harian dan perawatan berkala yang dilakukan oleh teknisi bersertifikat. Pendekatan ini diperkuat dengan evaluasi berbasis data historis gangguan untuk mengantisipasi titik-titik rawan.
“Kami melakukan pengecekan harian dan perawatan berkala oleh teknisi tersertifikasi serta evaluasi berbasis histori gangguan untuk mencegah pengulangan kejadian. KAI memastikan seluruh fasilitas vertikal, baik lift maupun eskalator, berada dalam pengawasan teknis berlapis,” tegas Radithya.
Komitmen terhadap standar keselamatan ini juga diwujudkan dengan memperjelas petunjuk informasi darurat di sekitar area lift. Pihak operator mengapresiasi kewaspadaan penumpang yang sigap menggunakan tombol alarm, sebuah tindakan yang sangat membantu kecepatan respon petugas.
“Kami telah memasang petunjuk penggunaan lift, termasuk informasi tombol alarm darurat dan kontak petugas Station Officer untuk mengurangi kecemasan apabila terjadi gangguan,” ujar Radithya.
Dengan langkah-langkah tersebut, kepercayaan publik terhadap keandalan fasilitas pendukung moda transportasi massal ini diharapkan dapat tetap terjaga. Insiden kecil ini menjadi pengingat akan pentingnya prosedur keselamatan yang jelas dan kesiapan sumber daya manusia di lapangan.
Artikel Terkait
Pelatih PSIM Buka Peluang Debut Jop van der Avert Lawan Persik Kediri
Polemik Data Pengadaan Kapal Soroti Tantangan Koordinasi Purbaya dan Trenggono
Polres Metro Tangerang Kota Tak Tahan Habib Bahar Tersangka Penganiayaan
IHSG Melonjak 1,96%, Investor Asing Justru Lepas Aset Rp526 Miliar