GELORA.ME - Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau terus digencarkan untuk mencegah meluasnya titik api. Operasi gabungan yang melibatkan tim pemadam dari berbagai daerah operasi (Daops) kini berfokus pada sejumlah lokasi kritis, termasuk di kawasan Pulau Mendol, Kabupaten Pelalawan, yang dilaporkan telah menghanguskan ratusan hektar lahan.
Operasi Gabungan Dikerahkan ke Titik Api
Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera memimpin respons terhadap insiden ini. Menurut Ferdian Krisnanto dari Dalkarhut, seluruh sumber daya Manggala Agni dari empat Daops di wilayah tersebut telah dimobilisasi. Daops yang terlibat mencakup Dumai, Siak, Rengat, dan Batam, menunjukkan skala dan keseriusan penanganan keadaan darurat ini.
Ferdian menegaskan bahwa koordinasi di lapangan berjalan intensif. "Saat ini, tim terus bergerak bersama stakeholder terkait untuk mencegah agar titik api tidak semakin meluas," ujarnya.
Pusat Perhatian di Pulau Mendol, Pelalawan
Salah satu titik yang mendapat perhatian utama adalah kebakaran di Desa Teluk Beringin, yang terletak di Pulau Mendol. Di lokasi ini, api dilaporkan telah membakar luas dan mengancam keberlangsungan hidup pulau kecil tersebut. Upaya pemadaman merupakan kerja sama erat antara Manggala Agni Daops Rengat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, kepolisian, kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA), dan dinas pemadam kebakaran setempat.
Meski pertempuran melawan kobaran api masih berlangsung, gambaran kerusakan mulai terlihat jelas. Lahan yang terbakar mencapai ratusan hektar, dengan dampak yang hampir meluluhlantakkan satu pulau.
Diduga Akibat Penyiapan Lahan dan Faktor Cuaca
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun dari masyarakat setempat, kebakaran di Pulau Mendol diduga kuat dipicu oleh aktivitas penyiapan lahan. Situasi kemudian diperparah oleh kondisi cuaca yang tidak bersahabat.
Ferdian memberikan konteks lebih lanjut mengenai kompleksitas situasi. "Pulau Mendol merupakan salah satu daerah penghasil kelapa yang penting di wilayah Kabupaten Pelalawan dan merupakan wilayah terluar yang dekat dengan negara tetangga," jelasnya.
Dia menambahkan bahwa angin kencang tidak hanya menyulitkan operasi pemadaman, tetapi juga menyebabkan api menjalar dengan cepat dan menghanguskan kebun-kebun kelapa milik warga, yang menjadi sumber penghidupan penting di daerah tersebut.
Komitmen Pemadaman dan Perlindungan
Menyadari nilai strategis dan kerentanan ekologis wilayah tersebut, upaya di lapangan terus ditingkatkan. Komitmen untuk menuntaskan insiden ini menjadi prioritas, dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang terhadap lingkungan dan ekonomi masyarakat.
"Kami terus mengerahkan personel dan peralatan di lapangan untuk memastikan api dapat segera dipadamkan sepenuhnya serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat," tegas Ferdian, menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Polres Metro Tangerang Kota Tak Tahan Habib Bahar Tersangka Penganiayaan
IHSG Melonjak 1,96%, Investor Asing Justru Lepas Aset Rp526 Miliar
Pajak Kendaraan di Jateng Melonjak, Warga Keluhkan Beban Baru
Kuasa Hukum Jap Ferry Sanjaya Bantah Semua Dakwaan Korupsi di Sidang Plaza Klaten