GELORA.ME - Caretaker pelatih PSBS Biak, Kahudi Wahyu Widodo, mengomentari kondisi PSM Makassar yang sedang mengalami tren negatif jelang pertemuan kedua tim di BRI Super League 2025/2026. Laga pekan ke-20 ini akan digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada Minggu (8/2/2026) sore, dan disiarkan langsung oleh Indosiar serta Vidio. PSM datang dengan catatan tujuh laga beruntun tanpa kemenangan, sebuah situasi yang menurut Kahudi bisa menjadi faktor psikologis yang menentukan.
Kondisi PSM Jadi Sorotan Jelang Laga
Menjelang duel di Sleman, fokus banyak pihak tertuju pada performa PSM Makassar yang sedang terpuruk. Tim asal Sulawesi Selatan itu belum merasakan kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhirnya di kompetisi. Tren minor ini tentu menciptakan dinamika tersendiri, tidak hanya bagi skuat PSM, tetapi juga bagi lawan yang akan menghadapinya. Kahudi Widodo, yang memegang kendali sementara PSBS, tampak jeli mengamati kondisi ini dari sudut pandang taktis dan mental.
Kahudi: Tekanan Bisa Jadi Motivasi atau Beban
Dalam konferensi pers yang digelar sehari sebelum pertandingan, Kahudi menyoroti aspek psikologis yang dihadapi pemain-pemain PSM. Ia mengakui bahwa situasi sulit seperti yang dialami lawannya memiliki dua sisi yang berbeda.
“Terkait kekalahan beruntun dari PSM, sebuah tekanan itu bisa membuat orang menjadi motivasi atau justru menjadi beban,” tuturnya pada Sabtu (7/2/2026).
Pernyataan tersebut mencerminkan pengalaman seorang pelatih yang memahami betul dinamika di dalam lapangan. Kahudi seolah mengingatkan bahwa dalam sepak bola, respons terhadap tekanan seringkali lebih penting daripada statistik semata. Ia tampak tidak terburu-buru menyimpulkan kondisi PSM sebagai kelemahan mutlak, melainkan melihatnya sebagai variabel yang bisa berubah tergantung kesiapan mental kedua tim saat peluit kick-off nanti.
Artikel Terkait
Drama Dua Gol Bunuh Diri Bawa Everton Taklukkan Fulham
Tiga Warga Kendal Hanyut di Sungai Bodri, Satu Masih Dicari
Malang Siap Gelar Mujahadah Akbar Satu Abad NU, Diperkirakan Dihadiri Lebih dari 100 Ribu Umat
Liverpool Vs Manchester City: Duel Penentu Nasib di Puncak Klasemen