GELORA.ME - Angin kencang disertai hujan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, pada Sabtu (7/2) sore, mengakibatkan puluhan rumah rusak dan satu di antaranya roboh. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 14.30 WIB itu terdampak di Kecamatan Ngunut dan Sumbergempol, merusak bangunan warga, fasilitas umum, serta menyebabkan pohon-pohon tumbang. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka yang dilaporkan dalam insiden ini.
Kerusakan di Desa Bendilwungu dan Sekitarnya
Di Desa Bendilwungu, Kecamatan Sumbergempol, dampaknya cukup signifikan dengan kerusakan tercatat di 14 titik berbeda. Sebanyak 11 rumah penduduk mengalami kerusakan, ditambah satu bangunan sekolah taman kanak-kanak (TK) dan dua titik pohon tumbang. Kerusakan paling banyak terjadi pada bagian atap bangunan.
Kapolsek Sumbergempol AKP Mohammad Anshori menggambarkan kondisi lapangan pascabencana. "Mayoritas kerusakan pada bagian atap, banyak yang berantakan terkena angin. Bahkan kalau atap asbes banyak yang hancur," tuturnya.
Dampak Meluas ke Beberapa Desa
Bencana angin kencang ini tidak hanya terpusat di satu lokasi. Di Desa Trenceng, yang juga berada di wilayah Kecamatan Sumbergempol, tim gabungan mencatat enam titik kerusakan. Rinciannya meliputi lima rumah penduduk, satu bangunan masjid, dan kembali dua titik pohon tumbang.
Sementara itu, di Desa Sambijajar, kerusakan dialami oleh satu rumah warga. "Untuk Desa Sambijajar ada satu rumah yang rusak. Atap kanopi ukuran 5x3 meter terbalik dan puluhan genting rontok," jelas Anshori lebih lanjut.
Satu Rumah Roboh di Kecamatan Ngunut
Kejadian serupa dilaporkan dari Kecamatan Ngunut, tepatnya di Desa Sumberinginkulon. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmaji, mengonfirmasi bahwa satu unit rumah di desa tersebut mengalami kerusakan paling parah.
"Ada satu rumah di Sumberinginkulon yang kondisinya roboh. Namun, tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun luka," ungkap Sudarmaji, menegaskan bahwa meski kerusakan material terjadi, keselamatan warga tetap menjadi hal yang patut disyukuri.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan kerusakan dan pembersihan puing masih terus dilakukan oleh petugas terkait bersama warga setempat.
Artikel Terkait
Malang Siap Gelar Mujahadah Akbar Satu Abad NU, Diperkirakan Dihadiri Lebih dari 100 Ribu Umat
Caretaker PSBS Biak Soroti Tekanan Psikologis PSM Jelang Duel di Sleman
Liverpool Vs Manchester City: Duel Penentu Nasib di Puncak Klasemen
Ahmad Habibie Raih Gelar Kiper Terbaik Piala Asia Futsal 2026