Habib Rizieq Sindir Menteri yang Remehkan Bantuan Malaysia untuk Aceh

- Jumat, 26 Desember 2025 | 23:50 WIB
Habib Rizieq Sindir Menteri yang Remehkan Bantuan Malaysia untuk Aceh
Habib Rizieq Sindir Menteri yang Remehkan Bantuan Malaysia: Harusnya Bersyukur!

Habib Rizieq Sindir Keras Menteri yang Remehkan Bantuan Malaysia untuk Bencana Aceh

Habib Rizieq Shihab melontarkan kritik pedas terhadap seorang menteri Kabinet yang dinilai meremehkan bantuan kemanusiaan dari Malaysia. Bantuan ini ditujukan untuk penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Dalam ceramahnya, Rizieq menilai sikap pejabat tersebut mencerminkan kesombongan dan tidak menghargai iktikad baik negara tetangga. Ia menegaskan bahwa klaim pemerintah masih mampu menangani bencana sendiri dinilai tidak sesuai fakta di lapangan.

Pernyataan Kontroversial Menteri yang Dikritik

Rizieq mengutip pernyataan pejabat yang menolak bantuan dengan alasan Indonesia masih mampu. Ia membantah klaim tersebut dengan pertanyaan retoris, "Masih mampu dari mana mampu? Kalau mampu jembatan sudah beres. Kalau mampu mayat sudah selesai semua diangkat."

Ia menekankan bahwa tidak ada alasan untuk malu menerima bantuan kemanusiaan, apalagi jika kondisi darurat masih memerlukan bantuan dari berbagai pihak.

Seruan untuk Bersyukur Atas Bantuan Sekecil Apapun

Rizieq Shihab menegaskan bahwa Malaysia sebagai negara tetangga telah menunjukkan niat baik. Sikap yang seharusnya ditunjukkan adalah rasa terima kasih, bukan meremehkan.

"Malaysia tetangga kita beriktikad baik kirim bantuan. Sekecil apa pun, terima kasih!" tegasnya dalam ceramah yang dikutip pada Jumat, 26 Desember.

Ia kemudian memberikan analogi tentang keikhlasan membantu korban bencana, dengan menyebut sumbangan dari masyarakat sebesar Rp1.000 atau Rp2.000 pun wajib disyukuri.

Pertanyaan Kelayakan Jadi Pejabat Publik

Rizieq lebih lanjut mempertanyakan kelayakan pejabat yang memiliki pola pikir meremehkan bantuan, baik dari rakyat kecil maupun negara lain. Menurutnya, sikap semacam itu dapat merusak nilai kemanusiaan dan gotong royong.

"Apa orang begini layak jadi menteri?" pungkasnya, disambut teriakan "Tidak!" dari jamaah yang hadir.

Kritik ini menyoroti pentingnya sikap rendah hati dan bersyukur dalam menerima bantuan di tengah musibah bencana alam, terlepas dari besar kecilnya nilai bantuan tersebut.

Editor: Andi Saputra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar