Bripda Ariq Irfansyah Tewas Diduga Dianiaya Senior di Barak Polda Jabar
Dunia kepolisian Indonesia kembali berduka. Seorang anggota muda Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Jawa Barat, Bripda Ariq Irfansyah, meninggal dunia pada Jumat malam, 31 Oktober 2025. Kematiannya diduga kuat akibat kekerasan fisik yang dilakukan oleh sejumlah seniornya di dalam barak Kompi Ditsamapta.
Kronologi Kematian Bripda Ariq Irfansyah
Berdasarkan informasi yang berkembang, Bripda Ariq bersama rekannya, Bripda Yudo, dipanggil oleh senior mereka untuk menjalani hukuman fisik. Penyebabnya dianggap sepele; Ariq karena lalai tidak mengunci mobil boks Dalmas, sementara Yudo dimarahi akibat gagal membeli air minum.
Awalnya berupa hukuman, insiden ini berubah menjadi aksi kekerasan brutal. Kedua anggota muda tersebut diduga menerima pukulan, tamparan, dan tendangan berulang kali di bagian dada. Kondisi Bripda Ariq memburuk dengan cepat. Ia dilaporkan sempat kejang-kejang dan kehilangan kesadaran setelah mendapat tendangan dari dua seniornya, yang diduga adalah Bripda Yuda Aprilia dan Bripda Hadiansyah Permana.
Korban Dinyatakan Meninggal di Rumah Sakit
Rekan-rekan yang menyaksikan segera memberikan pertolongan pertama dan membawa Bripda Ariq ke RS Bhayangkara Sartika Asih Bandung sekitar pukul 23.30 WIB. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong.
dr. Annisa Kusumah Dewi, dokter jaga rumah sakit tersebut, mengonfirmasi bahwa korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 23.49 WIB. Penyebab kematian awal yang disebutkan adalah henti napas.
Langkah Cepat Bidpropam Polda Jawa Barat
Merespons kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan anggotanya ini, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Jawa Barat langsung mengambil tindakan tegas. Empat anggota yang diduga terlibat telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan mendalam. Keempatnya adalah Bripda RP, Bripda HP, Bripda YAP, dan Bripda RY.
Proses penyelidikan pun digelar. Tim penyidik telah melakukan pemeriksaan di TKP, menyita sejumlah barang bukti termasuk ponsel, serta memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengungkap fakta sebenarnya.
Polda Jabar melalui pernyataan resminya menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti kasus ini secara profesional dan transparan sesuai dengan hukum yang berlaku. Selain proses pemeriksaan etik internal, laporan pidana juga akan dibuat untuk memberikan kepastian hukum. Rencananya, autopsi akan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian Bripda Ariq Irfansyah.
Sorotan Publik dan Desakan Reformasi Polri
Tragedi memilukan ini menuai sorotan tajam dari berbagai pihak. Ketua Padepokan Hukum Indonesia (PADHI), Mus Gaber, menilai kasus ini adalah ujian serius bagi Polri dalam menjalankan agenda reformasi internal.
Mus Gaber menekankan bahwa Komisi Percepatan Reformasi Polri yang baru saja dilantik Presiden Prabowo dan diketuai Prof. Jimly Asshidiqie, harus segera bekerja mengurai masalah fundamental seperti ini. Tujuannya untuk memberikan keadilan bagi keluarga korban dan mencegah terulangnya kasus serupa.
Ia juga mengingatkan agar budaya kekerasan tidak dibiarkan mengakar di tubuh aparat penegak hukum. "Belajar dari kasus prajurit TNI Prada Lucky Bamo di NTT yang juga tewas akibat dianiaya senior, jangan sampai hal seperti ini dianggap hal biasa. Harus ada perbaikan moral," tegas Mus Gaber.
Desakan Keluarga dan Dampak pada Institusi Polri
Di sisi lain, keluarga Bripda Ariq Irfansyah mendesak agar pengusutan kasus ini dilakukan secara tuntas. Mereka menginginkan penegakan hukum yang adil bagi para pelaku yang bertanggung jawab atas kematian anak mereka.
Tragedi ini dinilai telah mencoreng nama baik institusi Kepolisian Republik Indonesia. Insiden ini membuka kembali luka lama mengenai praktik kekerasan dan perpeloncoan yang selama ini kerap dikaitkan dengan "tradisi pembinaan" di lingkungan barak dan asrama kepolisian.
Hingga saat ini, Kapolda Jabar Irjen Rudi Setiawan belum memberikan keterangan resmi secara langsung. Masyarakatakat dan publik kini menunggu langkah konkret dan tegas dari pimpinan Polda Jabar maupun Kapolri dalam menindak kasus yang merusak citra kepolisian ini.
Artikel Terkait
Lisa BLACKPINK Berbelanja Diam-diam di Mal Jakarta, Didukung untuk Syuting Film
Mediasi TNI-Polri Selesaikan Keributan di Mappi Papua
Persis Solo Selamatkan Satu Poin Dramatis di Detik Akhir Lawan Madura United
Amazon Perluas Program Girls Tech Day ke Siswi SD di Karawang dan Bekasi