Viral Video Gus Elham Yahya Cium Anak: PBNU Kecam, Kolom Komentar Ditutup

- Jumat, 14 November 2025 | 00:00 WIB
Viral Video Gus Elham Yahya Cium Anak: PBNU Kecam, Kolom Komentar Ditutup
Viral Video Gus Elham Yahya: Kecaman PBNU dan Reaksi Publik - Tren Terkini

Viral Video Gus Elham Yahya: Kecaman PBNU dan Reaksi Publik

Media sosial kembali diguncang kontroversi seputar figur publik. Seorang pendakwah muda asal Kediri, Gus Elham Yahya, menjadi sorotan setelah video yang memperlihatkannya mencium seorang anak perempuan di atas panggung dakwah viral tersebar.

Cuplikan video ini dengan cepat menyebar di platform seperti Instagram dan X (Twitter), memicu gelombang kecaman dari warganet. Banyak yang menilai tindakan Gus Elham melampaui batas kewajaran dan dinilai tidak pantas dilakukan seorang pendakwah.

Reaksi Cepat: Kolom Komentar Ditutup

Menanggapi tekanan publik yang semakin besar, akun Instagram resmi Gus Elham Yahya mengambil langkah dengan menutup kolom komentar pada unggahan terbarunya. Langkah ini dianggap sebagai upaya untuk meredam badai kritik yang menerpa.

Penutupan kolom komentar menuai beragam tanggapan. Di satu sisi, dianggap sebagai strategi menjaga citra. Di sisi lain, langkah ini dinilai sebagai bentuk penghindaran tanggung jawab dari seorang tokoh agama.

Kecaman Resmi dari PBNU: Tindakan Tak Mencerminkan Akhlakul Karimah

Gelombang reaksi tidak hanya berhenti di media sosial. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi menyampaikan keprihatinan mendalam atas perilaku Gus Elham Yahya Luqman.

Ketua PBNU, Alissa Wahid, menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan tidak mencerminkan akhlakul karimah dan bertentangan dengan prinsip dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin.

“Itu menodai nilai-nilai dakwah sendiri yang seharusnya memberikan teladan melalui sikap dan lakunya kepada umat,” tegas Alissa Wahid dalam pernyataannya.

Alissa menegaskan bahwa segala bentuk perilaku yang merendahkan martabat manusia, terutama anak-anak, merupakan pelanggaran serius terhadap nilai kemanusiaan dan ajaran Islam.

Prinsip Dakwah: Menjaga Marwah dan Kemanusiaan

PBNU menegaskan kembali komitmennya pada prinsip Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah, yang berlandaskan keseimbangan antara syariah dan nilai kemanusiaan. Setiap praktik dakwah yang mencederai maqashid syariah, khususnya perlindungan kehormatan (hifdz al-‘irdh), tidak dapat ditoleransi.

“Prinsip maqashid syariah inilah yang harus dipegang dan menjadi pertimbangan utama para pendakwah,” ujar Alissa.

PBNU juga menekankan bahwa penghormatan kepada kiai, nyai, dan pendakwah bersyarat, yaitu berdasarkan keulamaan, kebijaksanaan, dan peran mereka sebagai pengasuh umat.

Komitmen PBNU: Membentuk Ruang Aman dan Bermartabat

Sebagai bentuk komitmen nyata, PBNU telah membentuk Satuan Tugas Penanggulangan Kekerasan di Pesantren (SAKA). Tim khusus ini bertugas menangani dan mencegah praktik kekerasan, pelecehan, atau penyimpangan di lingkungan pesantren dan lembaga dakwah.

“Pembentukan SAKA merupakan wujud nyata komitmen PBNU dalam menjaga marwah pesantren serta memastikan lingkungan dakwah dan pendidikan Islam tetap berlandaskan kasih sayang, akhlak mulia, dan perlindungan terhadap kemanusiaan,” jelas Alissa.

PBNU menegaskan tidak ada ruang bagi kekerasan, pelecehan, dan penyalahgunaan otoritas dalam dakwah Islam. “Dakwah harus menumbuhkan kemuliaan, bukan menistakan martabat manusia,” tutupnya.

Gelombang Reaksi Publik: Dari Kecaman hingga Pembelaan

Viralnya video Gus Elham memicu gerakan kampanye sosial di platform digital. Kolase foto Gus Elham sedang mencium anak-anak perempuan tersebar dengan narasi yang sebagian besar mengecam tindakannya.

Meski ada segelintir pembelaan yang menyebutnya sebagai bentuk kasih sayang, mayoritas publik sepakat bahwa dalam konteks dakwah dan sorotan publik, setiap tindakan memiliki konsekuensi moral dan sosial yang berat.

Editor: Rian Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar