Ledakan Bom SMAN 72 Jakarta: Densus 88 Ungkap Siswa Rakit Bom Sendiri, 90+ Korban Luka

- Selasa, 11 November 2025 | 14:00 WIB
Ledakan Bom SMAN 72 Jakarta: Densus 88 Ungkap Siswa Rakit Bom Sendiri, 90+ Korban Luka

Ledakan Bom di SMAN 72 Jakarta: Densus 88 Ungkap Bom Rakitan Siswa Sendiri

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah mengumumkan hasil penyelidikan terbaru mengenai insiden ledakan bom di area Masjid SMAN 72 Jakarta Utara. Berdasarkan investigasi, bahan peledak yang digunakan merupakan bom rakitan yang dibuat secara otodidak oleh terduga pelaku, yang ternyata adalah seorang siswa di sekolah tersebut.

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, AKBP Mayndra Eka Wardhana, membenarkan temuan ini. "Betul merakit sendiri," tegas Mayndra Eka dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 10 November 2025.

7 Bahan Peledak Dibawa ke Sekolah, 4 di Antaranya Meledak

Lebih lanjut, Densus 88 mengungkapkan bahwa terduga pelaku membawa total tujuh bahan peledak ke dalam lingkungan SMAN 72 Jakarta. Dari jumlah tersebut, empat bahan peledak berhasil meledak di dua lokasi yang berbeda. Sisa tiga peledak lainnya berhasil diamankan oleh petugas sebelum sempat digunakan.

Mengenai jenis bahan peledak yang digunakan, Mayndra menyatakan, “Untuk jenisnya telah diketahui,” namun tidak merinci lebih lanjut. Pihak Densus 88 menyarankan agar konfirmasi detail teknis diserahkan kepada Brimob Gegana atau Bidhumas Polda Metro Jaya.

Ledakan Saat Salat Jumat, 90 Siswa Alami Luka-Luka

Insiden ledakan besar ini terjadi pada Jumat, 7 November 2025, tepatnya saat para siswa sedang melaksanakan salat Jumat di masjid sekolah. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, ledakan tersebut mengakibatkan lebih dari 90 siswa mengalami luka-luka. Seluruh korban luka segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang intensif.

Insiden keamanan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara ini menyoroti pentingnya pengawasan dan pendidikan yang menyeluruh untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.

Editor: Nining Rohmah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar