Bobibos, Inovasi Bahan Bakar Nabati Indonesia dengan Harga Terjangkau
Indonesia kembali mencatatkan terobosan di bidang energi baru terbarukan (EBT) dengan kehadiran Bobibos. Biofuel canggih ini secara resmi diluncurkan di Jonggol, Bogor, dan siap menjadi solusi transisi energi yang praktis.
Apa Itu Bobibos?
Bobibos, yang merupakan singkatan dari "Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos!", adalah bahan bakar nabati yang dikembangkan oleh M. Ikhlas Thamrin dan tim. Keunggulan utamanya adalah dapat langsung digunakan pada kendaraan berbahan bakar fosil tanpa perlu modifikasi mesin sedikit pun.
“Kami menciptakan bahan bakar yang murah, emisinya rendah, terjamin kualitasnya, dan yang terpenting, aman untuk kendaraan tanpa modifikasi,” tegas Thamrin dalam acara peluncuran.
Keunggulan dan Performa Bobibos
Hasil uji coba lapangan menunjukkan performa Bobibos yang sangat mengesankan. Bahan bakar ini diklaim memiliki emisi yang hampir nol, sehingga sangat ramah lingkungan. Dari segi efisiensi, kendaraan seperti Toyota Fortuner mengalami peningkatan jarak tempuh dari 1:10 km menjadi 1:14 km. Bahkan, kualitas oktan Bobibos disetarakan dengan BBM beroktan tinggi seperti Pertamax Turbo (RON 98).
Harga Bobibos yang Sangat Terjangkau
Yang paling mencuri perhatian adalah perkiraan harganya. Meski harga resmi belum diumumkan, Bobibos diproyeksikan dijual hanya sepertiga dari harga BBM sekelasnya. Sebagai perbandingan, jika harga Pertamax Turbo saat ini sekitar Rp 13.100 per liter, maka Bobibos hanya akan dibanderol sekitar Rp 4.300 per liter.
Bahan Baku Ramah Lingkungan dan Kemandirian Energi
Bobibos diproduksi dari tanaman lokal yang ditanam di lahan persawahan. Hal ini tidak hanya menjadikannya sumber energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang besar untuk kemandirian energi nasional.
“Bahan bakunya berasal dari tanaman, yang artinya Bobibos berpotensi untuk diproduksi di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Thamrin, menekankan potensi desentralisasi produksi.
Sertifikasi dan Dukungan
Inovasi ini tidak main-main. Bobibos telah dipatenkan dan telah mendapatkan sertifikasi resmi dari Lemigas di bawah Kementerian ESDM. Sertifikasi ini menjadi bukti sah bahwa klaim-klaim teknis mengenai kualitas Bobibos telah teruji di laboratorium.
Thamrin mengungkapkan bahwa presentasi Bobibos telah sampai ke kalangan pengusaha besar dan lingkar dalam istana. Meski belum ada tindak lanjut konkret dari investor swasta, optimisme untuk mewujudkan kemandirian energi hijau nasional tetap tinggi.
Dengan semangat perubahan, Thamrin menutup, “Kalau dulu Jonggol dikenal dengan Waka, sekarang saya ubah dengan Bobibos.”
Artikel Terkait
EJAE Rilis Single Balada Time After Time Usai Raih Serangkaian Prestasi
Mohan Hazian Dituduh Pelecehan Seksual, Brand dan Penerbit Putus Hubungan
KPU Serahkan Ijazah Lengkap Jokowi ke Pemohon Setelah Proses Hukum 6 Bulan
Napoli Tersingkir dari Coppa Italia Usai Kalah Adu Penalti dari Como