Menurut penjelasannya, konteks ucapan tersebut sebenarnya dimaksudkan untuk memotivasi jamaah agar lebih bersemangat dalam bersedekah. Frasa "jasa doa" disebutnya hanya sebagai gaya bahasa hiperbolis yang tidak boleh diartikan secara harfiah.
Respons Publik: Klarifikasi Dinilai Gagal
Namun, klarifikasi ini justru menuai skeptisisme dari publik. Banyak netizen yang menganggap pola klarifikasi "video lama" dan "cuma bercanda" sebagai tameng yang terlalu sering digunakan Yusuf Mansur setiap kali pernyataannya menimbulkan kontroversi.
Beberapa komponen masyarakat menilai bahwa seorang pendakwah seharusnya lebih berhati-hati dalam memilih kata-kata, bahkan saat bercanda sekalipun, terutama ketika menyangkut persoalan sensitif seperti uang dan ibadah.
Kasus ini kembali mengingatkan publik pada rekam jejak kontroversial Yusuf Mansur sebelumnya, termasuk yang terkait dengan bisnis Paytren dan berbagai klaim lainnya. Klarifikasi terbarunya dinilai justru semakin memperkuat citra negatifnya di mata sebagian masyarakat.
Artikel Terkait
Pria Tertua Arab Saudi Meninggal di Usia 142 Tahun, Miliki 134 Keturunan
Partai Buruh & KSPI Tolak Penghapusan Pilkada Langsung: Ancaman bagi Upah Buruh dan Demokrasi
SBY Tegaskan Persaudaraan Modal Utama Bangsa Kuat, Peringatkan Bahaya Konflik Internal
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024: Kronologi, Dugaan, dan Sindiran Yudo Sadewa