Lebih lanjut, Prasetyo mengaku bahwa rangkaian acara spesifik yang akan diikuti oleh Presiden selama KTT masih dipelajari. Namun, harapannya besar agar KTT Perdamaian Gaza di Mesir ini dapat menghasilkan terobosan signifikan yang membawa kedamaian bagi rakyat Gaza dan Palestina.
“Bapak Presiden memutuskan untuk menghadiri undangan tersebut untuk menjaga hubungan baik dan itu bagian juga dari ikhtiar kita selama ini,” ungkapnya.
Latar Belakang KTT Perdamaian Gaza
Sebelumnya diberitakan bahwa mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi, akan memimpin pertemuan puncak internasional ini. KTT dijadwalkan berlangsung pada hari Senin dan bertujuan membahas proposal dari pihak Amerika Serikat untuk mengakhiri perang Israel di Gaza, sekaligus menjadi langkah awal mengawal gencatan senjata.
Pernyataan kepresidenan Mesir pada hari Sabtu menyebutkan bahwa pertemuan ini akan dihadiri oleh para pemimpin dari lebih dari 20 negara. Tujuan utamanya adalah mengakhiri konflik bersenjata di Jalur Gaza, meningkatkan upaya pencapaian perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah, serta mengawali era baru keamanan dan stabilitas regional.
Sumber: iNews
Artikel Terkait
Pria Tertua Arab Saudi Meninggal di Usia 142 Tahun, Miliki 134 Keturunan
Partai Buruh & KSPI Tolak Penghapusan Pilkada Langsung: Ancaman bagi Upah Buruh dan Demokrasi
SBY Tegaskan Persaudaraan Modal Utama Bangsa Kuat, Peringatkan Bahaya Konflik Internal
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024: Kronologi, Dugaan, dan Sindiran Yudo Sadewa