Edukasi Menyeluruh untuk Orang Tua dan Siswa
Upaya pencegahan ini tidak hanya berfokus pada institusi pendidikan. Pemkot Surabaya juga terus menjalin kolaborasi lintas perangkat daerah, termasuk dengan Dinas Pendidikan (Dispendik).
Edukasi dirancang untuk menyasar dua pihak sekaligus: siswa dan orang tua. Tujuannya adalah agar orang tua lebih memahami cara berkomunikasi dan mengawasi anak-anak mereka di era digital yang serba terkoneksi ini.
Optimalkan Kampung Pancasila dan Libatkan Komunitas Anak
Untuk memperkuat ketahanan sosial masyarakat, Pemkot Surabaya mengoptimalkan peran Kampung Pancasila. Ruang edukasi masyarakat ini akan digunakan untuk menyampaikan materi pencegahan radikalisme melalui pilar sosial budaya dan kemasyarakatan.
Selain melalui jalur formal, upaya ini juga melibatkan berbagai komunitas anak di Kota Surabaya. Beberapa di antaranya adalah Organisasi Pelajar Surabaya (Orpes), Forum Anak Surabaya (FAS), dan Duta Generasi Berencana (Genre). Keterlibatan mereka diharapkan dapat memperkuat kampanye anti-kekerasan dan wawasan kebangsaan di kalangan sesama remaja.
Sumber: https://rmol.id/read/2025/10/12/682943/pemkot-surabaya-gandeng-densus-88--ada-apa-
Artikel Terkait
Pria Tertua Arab Saudi Meninggal di Usia 142 Tahun, Miliki 134 Keturunan
Partai Buruh & KSPI Tolak Penghapusan Pilkada Langsung: Ancaman bagi Upah Buruh dan Demokrasi
SBY Tegaskan Persaudaraan Modal Utama Bangsa Kuat, Peringatkan Bahaya Konflik Internal
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024: Kronologi, Dugaan, dan Sindiran Yudo Sadewa