Sebagai bagian dari implementasi kesepakatan, Israel dikabarkan akan membuka perbatasan Rafah. Langkah ini memungkinkan warga Jalur Gaza yang berada di luar negeri untuk kembali ke kampung halaman mereka. Laporan dari stasiun radio Israel, Army Radio, menyatakan bahwa ini akan menjadi kali pertama perbatasan dibuka bagi repatriasi warga sejak konflik pecah pada 7 Oktober 2023.
Proses pemulangan warga ini akan dimulai setelah kesepakatan mengenai mekanisme dan persyaratannya final dengan pihak Mesir. Selain kepulangan, Israel juga mengizinkan warga untuk meninggalkan Jalur Gaza menuju Mesir melalui pintu perbatasan yang sama.
Kebijakan pembukaan perbatasan Rafah ini tercantum dalam lampiran kesepakatan gencatan senjata, yang merupakan bagian dari rencana perdamaian yang lebih besar.
Artikel Terkait
Pria Tertua Arab Saudi Meninggal di Usia 142 Tahun, Miliki 134 Keturunan
Partai Buruh & KSPI Tolak Penghapusan Pilkada Langsung: Ancaman bagi Upah Buruh dan Demokrasi
SBY Tegaskan Persaudaraan Modal Utama Bangsa Kuat, Peringatkan Bahaya Konflik Internal
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024: Kronologi, Dugaan, dan Sindiran Yudo Sadewa