Mas Pram, sapaan karib Pramono mendapatkan laporan bahwa dari supir bajaj yang diduga korban memberikan pernyataan yang berbeda.
“Jadi kemarin saya juga menghubungi langsung kepala dinas dan kemudian kepala dinas memberikan video pengakuan dari orang di Senen (Jakpus) yang merasa dipalak, ternyata orang tersebut membuat tesimoni bahwa itu tidak seperti yang beredar itu,” ucap Pramono saat ditemui awak media di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Senin (30/6/2025).
Namun, Pramono meminta Dishub DKI Jakarta untuk tetap memeriksa jajarannya yang viral di media sosial tersebut.
“Tapi saya tetap meminta kepada Kadishub untuk memeriksa petugas Dishubnya,” imbuhnya.
Meski demikian, Pramono minta kasus tersebut ditangani secara khusus agar tak terjadi di kemudian hari.
“Walaupun sudah ada pengakuan tesimoni dari orang yang merasa dipalak itu, dia mengatakan bahwa tidak seperti itu. Tapi tetap saya meminta untuk diperiksa karena tidak bisa terjadi seperti ini. Ya, tapi si orangnya akhirnya membuat pengakuan bahwa tidak ada pemalakan. Tapi saya tetap minta untuk diperiksa,” ungkap Pramono
Sumber: Wartakota
Artikel Terkait
Pria Tertua Arab Saudi Meninggal di Usia 142 Tahun, Miliki 134 Keturunan
Partai Buruh & KSPI Tolak Penghapusan Pilkada Langsung: Ancaman bagi Upah Buruh dan Demokrasi
SBY Tegaskan Persaudaraan Modal Utama Bangsa Kuat, Peringatkan Bahaya Konflik Internal
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024: Kronologi, Dugaan, dan Sindiran Yudo Sadewa