"Setahun memerintah di Jateng, beliau menjumpai banyak pungli di Jembatan timbang. Salah satunya di Jembatan Timbang Batang di tahun 2014."
"Sejak menjumpai banyak pungli, Ganjar membuat perombakan. Kini setiap jembatan timbang diberlakukan sistem online," ungkap dia.
Ganjar Pranowo juga menghadapi banyak pemain galian c di Jawa Tengah yang membuat kerusakan lingkungan hidup, berkurangnya sumber air, dan rusaknya jalan karena beban tonase Trucukan pengangkut galian C.
"Terbukti Ganjar Pranowo mampu menertibkan banyak galian C liar di Jawa Tengah. Salah satu penertibannya kini menjadi kawasan tambang legal yang dikuasai oleh Semen Rembang."
"Dengan masuknya Semen Rembang maka pemerintah mendapatkan masukan, rakyat dapat pekerjaan, serta yang lebih penting ada pihak yang bertanggung jawab lingkungan hidup selama operasi tambang dan paska tambang," ungkap Said.
Menurutnya, Ganjar Pranowo buat layanan publik lebih mudah. Rakyat Jateng tinggal mention media sosial (Medsos) Gubernur Jawa Tengah, dan ada respon cepat atas berbagai keluhan rakyat Jawa Tengah.
Misalnya jalan rusak, bantuan rehab rumah, bantuan sosial, penanganan stunting, dan masih banyak lagi.
"Gebrakan ini jelas meringkas rantai birokrasi yang panjang. Rakyat Jateng jadi lebih mudah menyampaikan artikulasi dan mengawasi aspirasi yang disampaikannya," tutup dia.
(Wartakotalive.com/M27)
Sumber: wartakota.tribunnews.com
Artikel Terkait
Pria Tertua Arab Saudi Meninggal di Usia 142 Tahun, Miliki 134 Keturunan
Partai Buruh & KSPI Tolak Penghapusan Pilkada Langsung: Ancaman bagi Upah Buruh dan Demokrasi
SBY Tegaskan Persaudaraan Modal Utama Bangsa Kuat, Peringatkan Bahaya Konflik Internal
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024: Kronologi, Dugaan, dan Sindiran Yudo Sadewa