Waketum DPP Partai Golkar itu pun mempertanyakan MK yang membuat putusan selalu berubah-ubah. Ia mengungkapkan setidaknya ada empat putusan yang dibuat MK berubah-ubah dalam beberapa tahun terakhir.
"Apakah berubah kalau ketua MK-nya atau hakimnya ganti, putusannya berubah lagi? Atau rezimnya ganti, pemerintahnya, ada putusan lagi? Ini aja kalau nggak salah ada empat putusan ini kan," ungkapnya.
"Saya ada lupa, kalau tidak salah kemarin Pak Mendagri nyampaikan ada empat putusan terkait dengan MK yang selalu berubah-ubah," sambung Adies.
Namun demikian, Adies memastikan bahwa DPR akan mencari cara yang elegan dalam menyikapi putusan MK. Itu dalam rangka mewujudkan sistem pemilu dan sistem ketatanegaraan berjalan baik.
"Ya tentunya kami berdiskusi untuk mencari cara-cara yang elegan. Agar supaya sistem tatanan pemilu kita, sistem bertata negara di negara kita itu bisa berjalan dengan baik. Dan intinya cuma satu, agar supaya bangsa ini besar dan juga masyarakatnya sejahtera," demikian Adies.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
KPK Periksa Gus Aiz PBNU: Dugaan Aliran Dana Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun
KPK Ungkap Anggota DPRD PDIP Nyumarno Terima Rp600 Juta dari Penyedia Proyek Suap
Bahlil di Depan Prabowo: Demi Merah Putih, Nyawa Kami Berikan untuk Swasembada Energi
KPK Periksa Ketua Ekonomi PBNU, Ungkap Modus Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut