“Karena ada ketentuannya menerima hadiah, misal saya menikahkan anak itu satu amplop cuma boleh maksimal Rp 1 juta. Ini juga ada tinjauan, yang kasih punya perkara apa tidak,” ujar Saut.
Tercatat, rumah berpagar hitam yang disebut-sebut sebagai safe house Firli Bahuri di Jalan Kertanegara 46, itu tak terdaftar dalam laporan LHKPN periodik 2022. Hanya ada empat keterangan tanah dan bangunan yang semuanya berada di Bekasi.
“Apalagi ini tak dilaporkan ke LHKPN, kalau sewa belum lunas kan tercatat di LHKPN kita punya utang, itu dilaporkan,” katanya.
Rumah di Jalan Kertanegara yang disebut sebagai rumah rehat Firli saat belerja itu milik seseorang inisial E. Namun belum dipastikan sejak kalan Firli menyewa rumah itu.
Sumber: tempo
Artikel Terkait
Kisah Gus Dur Diperiksa Polisi: Perbandingan Kritis dengan Kasus Ijazah Jokowi
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji: Fakta Kerugian Negara Rp1 Triliun & Klaim Tidak Makan Uang Jemaah
Oegroseno Tegaskan Polisi Tak Berwenang Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu
KPK Periksa Gus Aiz PBNU: Dugaan Aliran Dana Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun