Lantas ia mencoba meyakinkan ibu tersebut bahwa Jokowi memang tidak bisa memasang AC di musala, namun akan memberikan kepemimpinan yang mengejutkan bagi seluruh warga. Si ibu tetap bersikeras mendukung Foke. Hasto pun tak kehabisan akal.
“Saya tanya Ibu ada anak berapa? 'ada anak empat orang'. Saya katakan, Ibu silakan memilih Pak Foke, tapi tiga anak ibu tolong memilih Pak Jokowi. Kita melakukan dialog tanpa membawa dana hanya dengan keyakinan kita mencoba meyakinkan kepada rakyat,” urainya.
Lebih jauh, Hasto meminta kader PDIP bekerja dan bergotong royong bersama kader parpol pengusung Ganjar. Kerja sama PDIP dengan PPP, Perindo, dan Hanura, bukan sekadar kerja sama dengan pendekatan pragmatisme politik, apalagi ambisi kekuasaan politik.
“Ganjar Pranowo bukan hanya pemimpin masa depan yang melanjutkan kesinambungan keberhasilan Pak Jokowi, tetapi Pak Ganjar adalah kita, Pak Ganjar untuk semua. Ganjar Pranowo pemimpin yang merakyat dan di tangannya tuanku adalah rakyat,” tegas Hasto.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD PDIP Gorontalo, Moh. Kris Wartabone menyatakan seluruh kader partai di Gorontalo sudah siap melaksanakan instruksi dan target yang ditetapkan DPP PDIP.
“Kami laporkan bahwa sesuai target yang juga sudah kami sampaikan kepada Pak Ganjar ketika bertemu di Jakarta. Insyaallah Gorontalo akan memenangkan Ganjar Pranowo. Hidup presiden Ganjar,” kata Kris yang disambut teriakan riuh menggema dari seluruh kader.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
KPK Periksa Gus Aiz PBNU: Dugaan Aliran Dana Korupsi Kuota Haji Rp1 Triliun
KPK Ungkap Anggota DPRD PDIP Nyumarno Terima Rp600 Juta dari Penyedia Proyek Suap
Bahlil di Depan Prabowo: Demi Merah Putih, Nyawa Kami Berikan untuk Swasembada Energi
KPK Periksa Ketua Ekonomi PBNU, Ungkap Modus Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut