Pelatih Bhayangkara FC Waspadai Kecepatan dan Transisi Persebaya di Laga Tandang

- Sabtu, 14 Februari 2026 | 06:30 WIB
Pelatih Bhayangkara FC Waspadai Kecepatan dan Transisi Persebaya di Laga Tandang

GELORA.ME - Pelatih Bhayangkara FC, Paul Munster, mengungkapkan kewaspadaannya jelang laga tandang melawan Persebaya Surabaya dalam lanjutan Super League 2025/26. Pertandingan pekan ke-21 yang digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (14/2) malam ini, diprediksi akan menjadi duel yang menantang bagi timnya.

Waspadai Kecepatan dan Pengalaman Persebaya

Munster tidak menyembunyikan rasa hormatnya terhadap kualitas skuad Persebaya. Menurut analisisnya, tim asuhan Luis Milla itu memiliki kombinasi mematikan antara kecepatan individu dan pengalaman bertarung di level tertinggi. Hal ini, diakuinya, akan menjadi tantangan utama bagi para pemain Bhayangkara FC untuk diatasi sepanjang 90 menit nanti.

“Nanti akan menjadi pertandingan yang sulit. Persebaya merupakan tim yang kuat dengan pemain-pemain cepat dan berpengalaman,” ujar pelatih berkebangsaan Irlandia Utara tersebut.

Fokus pada Transisi dan Ancaman dari Jarak Jauh

Lebih rinci, Munster membeberkan dua aspek permainan Persebaya yang menjadi titik perhatian khusus dalam persiapan timnya. Pertama adalah kemampuan transisi dari bertahan ke menyerang yang dilakukan dengan sangat cepat dan efisien. Kedua, ancaman tembakan dari luar kotak penalti yang dimiliki oleh para pemain Bajul Ijo.

“Kami harus waspada, terutama pada transisi mereka dan kemampuan mereka melepaskan tembakan dari luar kotak penalti,” jelasnya.

Ia menggambarkan bahwa ketika Persebaya mendapatkan ruang, aliran serangan mereka bisa sangat membahayakan dan menciptakan peluang dalam sekejap. Fokus latihan Bhayangkara pun diarahkan untuk meminimalisir ruang gerak dan meredam momentum berbahaya tersebut.

Tekanan Suporter dan Tekad Mencuri Poin

Selain faktor teknis di lapangan, Munster juga menyoroti faktor psikologis yang akan dihadapi anak asuhnya. Atmosfer mencekam yang kerap ditampilkan oleh Bonek dan Bonita di Stadion Gelora Bung Tomo diakui sebagai salah satu elemen terberat laga tandang di Surabaya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa timnya tidak datang hanya untuk sekadar bertahan. “Tekanan suporter tuan rumah pasti sangat tinggi, tetapi kami tetap bertekad mencari strategi terbaik untuk mencuri poin,” tutur Munster, menutup pernyataannya dengan tekad yang bulat.

Editor: Andi Saputra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar