Tanah Bergerak di Tegal Rusak 464 Rumah, Ribuan Warga Mengungsi dan Akan Direlokasi

- Sabtu, 07 Februari 2026 | 16:25 WIB
Tanah Bergerak di Tegal Rusak 464 Rumah, Ribuan Warga Mengungsi dan Akan Direlokasi
Bencana Tanah Bergerak di Tegal: Ribuan Warga Mengungsi, Pemerintah Siapkan Relokasi

GELORA.ME - Bencana tanah bergerak yang melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, telah menyebabkan kerusakan parah pada ratusan rumah dan memaksa ribuan warga mengungsi. Hingga Jumat, 6 Februari 2026, data sementara mencatat 464 unit rumah rusak dan 2.426 jiwa harus meninggalkan tempat tinggal mereka demi keselamatan. Pemerintah Kabupaten Tegal telah menetapkan status tanggap darurat menyusul dampak luas bencana ini.

Kondisi Darurat dan Respons Pemerintah

Pergerakan tanah yang terjadi tidak hanya merusak struktur bangunan, tetapi juga menciptakan kondisi ketidakstabilan yang berbahaya. Ratusan keluarga kini terpaksa menghuni empat posko pengungsian utama yang telah disiapkan. Dalam situasi darurat ini, prioritas tertinggi adalah memastikan keamanan warga, mengingat kondisi tanah di lokasi kejadian dinilai masih sangat labil dan berpotensi menimbulkan bahaya lanjutan.

Merespons situasi tersebut, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka secara langsung turun ke lokasi untuk meninjau dampak dan penanganan. Dalam kunjungannya, Wapres menekankan agar warga tidak terburu-buru kembali ke rumah masing-masing sebelum dinyatakan benar-benar aman oleh pihak berwenang.

Perlindungan bagi Kelompok Rentan dan Pemulihan Dokumen

Perhatian khusus juga diberikan kepada kelompok rentan di posko pengungsian. Wapres memastikan kebutuhan dasar lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, serta penyandang disabilitas harus terpenuhi dengan layak, termasuk ketersediaan layanan kesehatan dan obat-obatan selama 24 jam.

Di sisi lain, banyak warga yang kehilangan dokumen penting akibat bencana. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah menjamin proses percepatan penerbitan dokumen pengganti, seperti sertifikat tanah, akta kelahiran, dan Kartu Keluarga. Langkah ini diambil agar hak-hak administratif warga tidak terabaikan di tengah krisis.

Sebagai bentuk dukungan langsung, bantuan dana siap pakai senilai lebih dari Rp715 juta juga telah diserahkan kepada korban untuk memenuhi kebutuhan mendesak.

Rencana Jangka Panjang: Relokasi ke Lokasi Aman

Melihat kerusakan yang bersifat permanen dan kondisi geologis yang tidak lagi mendukung, solusi jangka panjang pun disiapkan. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Tegal sepakat untuk merelokasi warga terdampak ke lokasi yang lebih stabil dan aman.

Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, mengonfirmasi rencana tersebut. "Pemerintah Kabupaten Tegal telah menyiapkan rencana relokasi ke lahan milik Perhutani yang dinilai lebih stabil dan aman," jelasnya pada Jumat (6/2/2026).

Rencana relokasi ini diharapkan dapat menjadi solusi permanen, mengakhiri ancaman serupa di masa depan dan memberikan kepastian tempat tinggal yang layak bagi para korban. Saat ini, ribuan warga masih bertahan di posko-posko pengungsian sambil menunggu proses pemindahan ke hunian baru tersebut, dengan keselamatan sebagai prinsip utama yang terus dijaga.

Editor: Intan Maharani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar