Trump mengisyaratkan kesiapan Washington untuk intervensi militer jika situasi memburuk, menegaskan Iran akan "dipukul dengan sangat keras" jika lebih banyak demonstran tewas. Dukungan AS terhadap rencana Israel untuk memperbarui serangan ke program nuklir Iran menambah tekanan pada Teheran.
Respons Pemimpin Iran dan Situasi Dalam Negeri
Di dalam negeri, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menuduh para pengunjuk rasa dimanfaatkan pihak asing untuk merusak stabilitas nasional. Laporan hak asasi manusia menyebutkan lebih dari 20 orang tewas dalam bentrokan, dengan ratusan ditahan.
"Kita harus mengenali taktik musuh. Mereka melihat ini sebagai sebuah kesempatan dan berusaha mengeksploitasinya. Para perusuh harus ditempatkan di tempat semestinya," ujar Khamenei. Meski didukung institusi yang kuat, kabar mengenai rencana darurat pengungsian petinggi ke Moskow mulai bermunculan.
Dampak Penangkapan Presiden Venezuela
Kecemasan Iran semakin menjadi setelah aksi dramatis AS menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Peristiwa ini memicu kekhawatiran mendalam di Teheran bahwa Washington tidak akan ragu menggunakan kekuatan militer untuk menggulingkan kepemimpinan di negara berdaulat, menambah kompleksitas krisis yang sedang dihadapi.
Artikel Terkait
Profil Eny Retno, Istri Gus Yaqut: Setia 21 Tahun, Latar Belakang & Fakta Lengkap
Korupsi Tambang dan Sawit Rugikan Negara Rp186,48 Triliun: Modus & Solusi AI
Ustaz Abdul Somad Unggah Penolakan Ceramah, Teringat Gus Yaqut Tersangka Korupsi Haji
Gus Yahya PBNU Buka Suara Soal Adiknya, Yaqut Cholil Qoumas, Tersangka Korupsi Haji