Iran Aktifkan Siaga Tempur Level Tertinggi, Ancaman dan Peringatan Trump Memanas
Ketegangan di Timur Tengah melonjak drastis setelah Iran secara resmi menempatkan angkatan bersenjatanya pada tingkat kesiagaan militer tertinggi. Langkah ini merupakan respons Teheran terhadap ancaman serangan yang meningkat dari Amerika Serikat dan Israel, yang beriringan dengan gelombang protes antipemerintah di dalam negeri.
Kesiapan Tempur Iran dan Ancaman ke Israel
Brigadir Jenderal Morteza Ghorbani, penasihat senior Panglima Tertinggi IRGC, mengungkapkan sedikitnya 400 unit dari IRGC dan angkatan darat telah disiagakan untuk menghadapi setiap agresi. Ghorbani memberikan peringatan keras, khususnya kepada Israel.
"Mereka sudah siap. Jika terjadi agresi, mereka akan meratakan Israel dengan tanah. Angkatan darat, IRGC, dan aparat penegak hukum saat ini berdiri dengan tangan berada di atas pelatuk," tegasnya seperti dikutip kantor berita Mehr. Kesiapan ini mencakup sistem rudal dan pangkalan militer di titik-titik strategis, dengan janji balasan tegas atas tindakan bermusuhan.
Peringatan Keras Presiden AS Donald Trump
Ancaman militer eksternal datang saat Iran dilanda protes massa selama dua pekan akibat krisis ekonomi dan anjloknya nilai tukar rial. Presiden AS Donald Trump memberikan peringatan keras agar Teheran tidak menggunakan kekerasan mematikan terhadap pengunjuk rasa.
Artikel Terkait
Profil Eny Retno, Istri Gus Yaqut: Setia 21 Tahun, Latar Belakang & Fakta Lengkap
Korupsi Tambang dan Sawit Rugikan Negara Rp186,48 Triliun: Modus & Solusi AI
Ustaz Abdul Somad Unggah Penolakan Ceramah, Teringat Gus Yaqut Tersangka Korupsi Haji
Gus Yahya PBNU Buka Suara Soal Adiknya, Yaqut Cholil Qoumas, Tersangka Korupsi Haji