Maruli membandingkan dengan sumur rumahan yang biayanya hanya puluhan juta. Biaya tinggi ini dikarenakan sumur bor bencana dirancang untuk kepentingan publik yang lebih luas.
"Rumah saya di Bandung mungkin enggak sampai Rp10 juta jadi tuh (sumur) air, hanya untuk kepentingan satu keluarga. Ini barang kepentingannya kan satu desa kadang-kadang," jelasnya.
Pernyataan dalam Rapat Terbatas dengan Presiden Prabowo
Penjelasan ini menindaklanjuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang (1/1/2025). Dalam forum tersebut, Maruli bersama Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa biaya pengeboran sumur sedalam 100-200 meter memang berkisar Rp100 hingga Rp150 juta.
Presiden Prabowo menilai biaya tersebut tergolong terjangkau, mengingat kompleksitas pekerjaan dan hasil yang didapat. Biaya tersebut juga sudah mencakup instalasi pendukung seperti tangki air, sehingga air bersih dapat langsung dimanfaatkan oleh korban bencana.
Artikel Terkait
AS Tarik Diri dari 66 Organisasi Internasional: Dampak & Kekhawatiran Indonesia
Panduan Lengkap Pengiriman Barang dari China ke UAE via Laut: Dokumen & Bea Cukai
Iran Siaga Tempur Tertinggi: Ancaman ke Israel & Peringatan Trump, Analisis Lengkap
Indonesia Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026: Arti, Komitmen, dan Dampaknya