Ahok Kritik Pilkada oleh DPRD: Sistem untuk Curang dan Rampas Hak Rakyat

- Kamis, 08 Januari 2026 | 12:25 WIB
Ahok Kritik Pilkada oleh DPRD: Sistem untuk Curang dan Rampas Hak Rakyat

Ahok Ledek Wacana Pilkada DPRD: "Mengambil Hak Rakyat! Sistem Ini Memang Dibuat untuk Curang!"

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, kembali menyoroti wacana pengembalian pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD. Dalam podcast Curhat Bang dari Denny Sumargo, Ahok menegaskan bahwa wacana tersebut adalah kemunduran dan bentuk perampasan hak rakyat.

"Makanya ketika orang memaksakan harus kembali ke DPRD, ini kan pertama mengambil hak rakyat," tegas Ahok. Pernyataannya menanggapi gagasan yang menginginkan kepala daerah dipilih oleh anggota DPRD, bukan secara langsung oleh masyarakat.

Ahok Beberkan Praktik Lama: "Di DPRD Itu Semua Bisa Diatur!"

Ahok membeberkan bahwa pemilihan via DPRD di masa lalu membuka peluang transaksi politik yang masif. Menurutnya, model pemilihan seperti itu identik dengan praktik dagang politik, lobi tertutup, dan transaksi suara. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa pemilihan tidak mencerminkan kehendak rakyat, melainkan kehendak elite yang mampu membayar.

Kritik Tajam Ahok: "Sistem Ini Dibangun Supaya Orang Bisa Curang!"

Kritik Ahok lebih dalam lagi. Ia menyatakan bahwa sebagian pihak melihat Pilkada bukan sebagai kompetisi program, melainkan kompetisi kecurangan.

Halaman:

Komentar