Ahok Kritik Pilkada oleh DPRD: Sistem untuk Curang dan Rampas Hak Rakyat

- Kamis, 08 Januari 2026 | 12:25 WIB
Ahok Kritik Pilkada oleh DPRD: Sistem untuk Curang dan Rampas Hak Rakyat

"Pilkada ini adalah keunggulan curang, bukan keunggulan menjual program untuk rakyat," ujarnya yang langsung viral. Ahok menilai, banyak elite politik menolak sistem transparan karena akan menyulitkan mereka untuk berbuat curang. Mekanisme pemilihan langsung yang melibatkan rakyat justru mempersempit ruang untuk transaksi politik.

Pertanyaan Kritis Ahok: Mengapa Kita Malah Balik ke Sistem Lama?

Ahok menegaskan, jika ada masalah seperti biaya politik mahal atau politik uang, solusinya adalah memperbaiki sistem yang ada, bukan kembali ke mekanisme lama yang rentan manipulasi.

"Kalau kita kasih kepada rakyat ada masalah, kita perbaiki dong. Masa balik yang lama? Lucu juga kan," kata Ahok. Ia menyebut pengembalian Pilkada ke DPRD ibarat "mematikan demokrasi perlahan-lahan" dan mengorbankan hak publik.

Ahok menyimpulkan, ada bagian dari elite politik yang nyaman dengan sistem tidak transparan karena memberi celah manipulasi. Berdasarkan pengalamannya dari Bangka Belitung hingga menjadi gubernur, ia menegaskan prinsip bahwa kekuasaan publik adalah hak rakyat, bukan milik elite.

"Kalau sistemnya diperbaiki, enggak ada alasan kembali ke model lama yang menguntungkan segelintir orang," pungkas Ahok. Tantangan terbesar, menurutnya, adalah kemauan politik untuk menjalankan sistem secara bersih.

Halaman:

Komentar