Target Nol Keracunan MBG 2026 BGN: Kontroversi Pernyataan "Garansi Allah"
Pernyataan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menargetkan nol kasus keracunan dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 mendadak menjadi sorotan publik. Bukan hanya ambisi targetnya, tetapi juga pernyataan kontroversial yang menyebut soal "garansi Allah" yang kini ramai diperbincangkan di media sosial.
Pernyataan Kontroversial "Garansi Allah" dari Wakil Kepala BGN
Pernyataan itu disampaikan Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, saat menjelaskan komitmen lembaganya menekan kasus keracunan MBG hingga nol insiden pada tahun depan. Kalau menggaransi itu Allah yang garansi ya, tapi kita akan berusaha bekerja keras untuk meminimalisir,
ujar Nanik dalam konferensi pers, Kamis (8/1/2026).
Kutipan tersebut langsung menyedot perhatian. Banyak warganet mempertanyakan, apakah jaminan keamanan makanan bagi jutaan penerima MBG cukup disandarkan pada ikhtiar dan keyakinan, atau harus ditopang sepenuhnya oleh sistem pengawasan pangan yang ketat dan terukur.
Target Nol Keracunan di Tengah Rekam Jejak Panjang Kasus
Secara faktual, target nol keracunan yang dicanangkan BGN bukan tanpa konteks. Sepanjang 2025, program MBG diwarnai berbagai laporan keracunan makanan di sejumlah daerah. Data dari berbagai media mencatat ribuan siswa sempat mengalami gangguan kesehatan, bahkan ratusan di antaranya harus dirawat.
Artikel Terkait
Eggi Sudjana dan Pengkhianatan Politik: Analisis Betrayal Personality dalam Sejarah Indonesia
Latihan Militer China, Rusia, Iran di Afrika Selatan: Tujuan, Dampak & Analisis Geopolitik 2026
Donald Trump Tolak Hukum Internasional: Hanya Ikuti Moralitas Pribadi dan Ambisi Greenland
Profil Eny Retno, Istri Gus Yaqut: Setia 21 Tahun, Latar Belakang & Fakta Lengkap