Donald Trump Tegaskan Tak Butuh Hukum Internasional, Hanya Ikuti Moralitasnya Sendiri
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa dirinya tidak perlu mengikuti hukum internasional. Dalam pernyataannya, Trump mengklaim hanya dipandu oleh moralitas pribadinya sendiri.
Pernyataan kontroversial ini muncul menyusul insiden penculikan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, oleh pasukan komando Amerika pada Sabtu lalu. Beberapa hari terakhir, Trump dan sejumlah pejabat pemerintahannya juga terus mengulangi ambisi AS untuk mengambil alih wilayah otonom Denmark, Greenland, dengan cara apa pun.
Pernyataan Trump dalam Wawancara dengan The New York Times
Dalam wawancara eksklusif dengan The New York Times pada Rabu, Presiden Trump menjelaskan bahwa ia tidak akan dibatasi dalam menjalankan kekuasaannya sebagai panglima tertinggi. "Moralitas saya sendiri. Pikiran saya sendiri. Itu satu-satunya hal yang dapat menghentikan saya," ujar Trump.
Dia dengan tegas menambahkan, "Saya tidak membutuhkan hukum internasional." Ketika didesak lebih lanjut mengenai ketaatan Washington pada norma global, Trump sedikit melunak namun tetap berpegang pada interpretasinya sendiri. "Itu tergantung pada definisi hukum internasional Anda," katanya, menunjukkan bahwa keputusan akhir tentang penerapannya di AS sepenuhnya berada di tangannya.
Artikel Terkait
Eggi Sudjana dan Pengkhianatan Politik: Analisis Betrayal Personality dalam Sejarah Indonesia
Latihan Militer China, Rusia, Iran di Afrika Selatan: Tujuan, Dampak & Analisis Geopolitik 2026
Target Nol Keracunan MBG 2026 BGN: Kontroversi Garansi Allah & Analisis Lengkap
Profil Eny Retno, Istri Gus Yaqut: Setia 21 Tahun, Latar Belakang & Fakta Lengkap