Kondisi tersebut membuat pernyataan "nol kasus" di 2026 terdengar sangat ambisius. Publik menilai target ini sebagai pertaruhan besar, mengingat skala program MBG yang menjangkau jutaan penerima setiap hari.
Klaim Pemerintah Soal Perbaikan Sistem Pengawasan MBG
Di sisi lain, BGN dan pemerintah menyebut telah melakukan evaluasi menyeluruh. Pengawasan dapur penyedia makanan, sertifikasi keamanan pangan, hingga Standar Operasional Prosedur (SOP) diklaim telah diperketat. Kementerian Kesehatan juga melaporkan tren penurunan kasus keracunan menjelang akhir 2025, yang menjadi dasar optimisme BGN.
Namun, pernyataan bernuansa religius soal "garansi Allah" justru memicu tafsir liar. Reaksi masyarakat terbelah: sebagian menilainya sebagai bentuk kerendahan hati, sebagian lain menganggapnya tidak tepat dalam konteks kebijakan publik yang menyangkut keselamatan anak-anak.
Tanggapan dan Sorotan ke Depan
BGN menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak dimaksudkan untuk lepas tangan. Nanik menekankan bahwa lembaganya tetap bertanggung jawab penuh melakukan pengawasan dan perbaikan berkelanjutan.
Publik kini menanti, apakah target nol keracunan MBG 2026 benar-benar dapat terwujud melalui perbaikan sistem yang konkret, atau justru menjadi janji yang sulit dipenuhi. Satu hal yang pasti, pernyataan ini telah menempatkan BGN di bawah sorotan tajam, baik soal capaian target maupun cara penyampaian tanggung jawab negara atas keamanan pangan.
Artikel Terkait
AS Desak Warga AS Segera Tinggalkan Venezuela: Peringatan Level 4 & Ancaman Colectivos
Anak Tega Bunuh Ayah Kandung di Bulukumba Gegara Janji Motor Tak Ditepati: Kronologi & Motif
Gempa M 7.1 Guncang Talaud Sulut: Lokasi, Dampak, dan Imbauan BNPB Terbaru
KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Pajak Rp75 Miliar, Termasuk Kepala KPP Jakarta Utara