Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Kuba tidak mengakui Doktrin Monroe atau kekuasaan asing manapun atas kedaulatan bangsa-bangsa Amerika Latin. Díaz-Canel menyatakan kesiapan rakyat Kuba untuk berjuang mendukung kebebasan Venezuela.
“Demi Venezuela, dan juga demi Kuba, kami siap memberikan darah kami, bahkan nyawa kami. Kami tidak akan mundur. Sekarang bukan waktunya setengah-setengah, ini adalah waktu kepastian dan memilih pihak dalam menghadapi fasisme dan kebiadaban imperial,” paparnya.
Respons dari Amerika Serikat
Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat kala itu, Donald Trump, dalam pengarahan di Mar-a-Lago mengenai operasi di Venezuela, menyatakan keinginannya untuk membantu rakyat Kuba. Trump mengaitkan kondisi di Kuba dengan situasi di Venezuela, namun menegaskan bahwa opsi tindakan militer terhadap Kuba belum dipertimbangkan.
Artikel Terkait
Prabowo Target Swasembada Pangan 1 Tahun: Negara Kaya, Rakyat Miskin Tidak Masuk Akal
7 Destinasi Hidden Gem Viral 2026 untuk FYP TikTok & Cara Download Tanpa Watermark
Warga Blora Blokade Jalan Desa, Klaim Lahan Tergerus Pelebaran Jalan
Atalia Praratya dan Ridwan Kamil Resmi Cerai, Ini Isi Putusan PA Bandung 2026