Islah Bahrawi Kritik Pemerintahan Prabowo: "Supremasi Sipil Dibuntungi, Demokrasi Mundur"
Direktur Eksekutif Jaringan Moderat Indonesia (JMI), Islah Bahrawi, melayangkan kritik pedas terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam cuitannya di platform X, Islah menilai pemerintahan saat ini dinilai memundurkan amanat reformasi dan demokrasi di Indonesia.
Poin-Poin Kritik Islah Bahrawi terhadap Kebijakan Pemerintahan
Islah Bahrawi menyoroti sejumlah kebijakan dan kondisi yang menurutnya menggerus supremasi sipil. Beberapa poin kritis yang ia sebutkan antara lain:
- Aktivis yang dipenjara.
- Intimidasi terhadap konten kreator yang kritis.
- Wacana kepala daerah (gubernur, bupati, wali kota) dipilih oleh DPRD, bukan langsung oleh rakyat.
- Rencana pembentukan 140 batalyon tentara tambahan.
- Meningkatnya militerisasi di berbagai sektor.
- Kebijakan politik dan ekonomi yang dianggap tidak jelas arahnya.
Dalam cuitannya, Islah dengan tegas menyindir para pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran dengan mengatakan, "Makan tuh pemerintahan yang elu dukung habis-habisan!". Ia juga menyatakan bangga tidak menjadi bagian dari mereka yang dianggap ikut memundurkan reformasi.
Artikel Terkait
Partai Demokrat Bantah Roy Suryo Kader dan SBY Dalang Kasus Ijazah Jokowi
Partai Demokrat Somasi Akun Medsos Tuding SBY Dalang Kasus Ijazah Jokowi: Respons & Klarifikasi
ICW Beberkan Afiliasi Politik di Balik Program Makan Bergizi Gratis: Gerindra Paling Dominan
Somasi ke Budhius M Piliang: Isu Ijazah Jokowi & Keterkaitan SBY Dibongkar