Kontroversi Penggantian Nama Kennedy Center Jadi Trump Center: Protes Seniman & Analisis
Washington DC diguncang kontroversi ketika Kennedy Center for the Performing Arts tiba-tiba berganti nama menjadi Trump Center. Pada 18 Desember, dewan direksi yang ditunjuk oleh mantan Presiden Trump menyetujui perubahan nama tersebut, dan plakat baru langsung terpasang keesokan harinya. Efisiensi administratif ini menuai kritik tajam, dianggap sebagai upaya pelabelan politik pada landmark budaya nasional.
Reaksi dan Protes Keras dari Dunia Seni
Dunia seni merespons dengan aksi protes yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sejumlah seniman ternama menolak kebijakan ini dengan cara mereka masing-masing:
- The Cookers, band jazz ternama, membatalkan pertunjukan sambil menegaskan bahwa "Jazz terlahir dari perlawanan."
- Penyanyi folk Kristy Lee menyatakan mundur dengan alasan menjaga integritas seni.
- Chuck Redd, pemimpin konser Malam Natal selama 20 tahun, mengundurkan diri sebagai bentuk protes diam yang powerful.
Tuntutan Hukum dan Tuduhan Ketidaklegalan
Ketua Kennedy Center, Ric Grenell, justru menanggapi dengan keras. Grenell mengkritik musisi Chuck Redd dan bahkan mengancam akan menuntut ganti rugi hingga $1 juta atas pembatalan pertunjukan, yang ia sebut sebagai "pertunjukan politik".
Di sisi lain, legalitas penggantian nama ini dipertanyakan. Keluarga Kennedy dan anggota Kongres dari Partai Demokrat, Joyce Beatty, menegaskan bahwa lembaga yang didirikan untuk menghormati Presiden John F. Kennedy ini memerlukan persetujuan Kongres untuk perubahan nama. Gugatan hukum telah diajukan, menuduh tindakan ini melanggar hukum.
Artikel Terkait
Mulai 2026, Hukuman Kerja Sosial Gantikan Penjara untuk Kejahatan Ringan di Indonesia
Prediksi Effendi Gazali: Kasus Ijazah Jokowi Baru Selesai 2035, Ini Kata Mahfud MD
Zohran Mamdani: Wali Kota Muslim Pertama NYC Akan Gunakan Alquran Bersejarah dalam Pelantikan 2026
Alfarisi Meninggal di Rutan Medaeng: Kronologi, Dugaan Pelanggaran, dan Tanggapan KontraS