Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional? Pandangan Tokoh Muhammadiyah & NU

- Senin, 10 November 2025 | 08:25 WIB
Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional? Pandangan Tokoh Muhammadiyah & NU
Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional? Pandangan Tokoh Muhammadiyah dan NU

Soeharto Layak Jadi Pahlawan Nasional? Ini Pandangan Tokoh Muhammadiyah dan NU

Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk mantan Presiden Soeharto kembali mencuat. Menurut sejumlah tokoh organisasi Islam terbesar di Indonesia, penilaian terhadap sosok Soeharto harus dilakukan secara komprehensif dan tidak parsial.

Penilaian Komprehensif untuk Gelar Pahlawan Nasional

Pimpinan Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah, Makroen Sanjaya, menegaskan bahwa diperlukan kajian mendalam untuk menilai kiprah Soeharto bagi bangsa Indonesia. "Kami menilai sosoknya secara komprehensif, tidak bisa sepotong-sepotong. Sejak zaman revolusi kemerdekaan, beliau sudah memberikan kontribusi besar bagi bangsa," ujar Makroen.

Peran Penting Soeharto dalam Sejarah Indonesia

Makroen menjelaskan bahwa Soeharto memiliki peran penting dalam berbagai fase sejarah bangsa. Kontribusinya dimulai dari menanggulangi kudeta kelompok kiri pada 1946 hingga memimpin Serangan Umum 1 Maret di Yogyakarta.

"Ketika itu Pak Harto tampil sebagai tokoh yang mampu menjaga keutuhan negara. Serangan Umum 1 Maret menjadi bukti peran strategis beliau dalam mempertahankan kemerdekaan," jelasnya.

Prestasi Pembangunan Nasional di Era Soeharto

Selain peran dalam bidang pertahanan, Soeharto juga disoroti atas capaiannya di bidang pembangunan nasional. Prestasi ini membuat Indonesia diakui di forum internasional.

"Beliau membawa bangsa ini pada masa swasembada pangan dan diakui secara internasional, bahkan berpidato di forum FAO sebagai bukti pengakuan dunia terhadap Indonesia," tambah Makroen.

Filosofi Jawa dalam Menilai Pemimpin

Makroen juga mengingatkan pentingnya menghargai jasa para pemimpin dengan mengutip filosofi Jawa "mikul ndhuwur, mendem njero".

"Tidak ada manusia yang sempurna, tapi kalau kita hanya mencari kesalahan masa lalu, bangsa ini tidak akan maju. Sejarah itu cermin pembelajaran, tapi arah kita tetap ke depan," pungkasnya.

Dukungan dari Tokoh NU

Pendapat senada disampaikan oleh Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh NU, KH Arif Fahrudin. Menurutnya, kunci kepahlawanan terletak pada dua hal utama: jasa dan pengorbanan.

Berkaitan dengan hal tersebut, ia menilai Soeharto adalah figur yang memenuhi kriteria tersebut karena telah berjuang sejak masa revolusi hingga menjadi presiden yang membawa stabilitas nasional.

"Beliau berjuang sejak prakemerdekaan, masa transisi, sampai memimpin Indonesia. Sosok yang konsisten menjaga keutuhan bangsa dan membangun dasar kemajuan nasional," jelas KH Arif Fahrudin.

Dengan pandangan dari kedua tokoh organisasi Islam terbesar ini, wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto semakin mendapatkan pertimbangan yang mendalam dari berbagai perspektif.

Editor: Farah Ayu

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar