Dedi Mulyadi Unggul di Survei Capres 2029, Tapi Fokus Kerja di Jabar

- Senin, 10 November 2025 | 07:00 WIB
Dedi Mulyadi Unggul di Survei Capres 2029, Tapi Fokus Kerja di Jabar

Dedi Mulyadi Unggul di Survei Capres 2029, Tapi Fokus Kerja di Jabar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan dirinya belum memikirkan untuk maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Pernyataan ini disampaikannya meski namanya menempati posisi kedua dalam daftar calon presiden versi lembaga survei Indikator Politik Indonesia.

Dalam survei terbaru yang dirilis, elektabilitas Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, mencapai 18,4 persen. Angka ini membuatnya berada di peringkat kedua, satu tingkat di bawah Prabowo Subianto yang menguasai puncak dengan elektabilitas 46,7 persen.

"Fokus saya kerja, sudahlah masih kejauhan, jangan ngomongin dulu 2029," ujar Dedi Mulyadi usai membuka West Java Festival 2025 di Kiara Artha Park, Bandung, pada Minggu, 9 November 2025.

KDM menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan berbagai agenda pembangunan di Jawa Barat. Ia lebih memilih berkonsentrasi pada tugasnya saat ini daripada memikirkan kontestasi politik lima tahun ke depan.

"Kita ngomongin dulu besok. Ini duit di kas provinsi akan terus dibelanjakan," tegasnya mengenai prioritasnya mengelola anggaran daerah.

Peta Elektabilitas Capres 2029 Versi Indikator Politik

Survei yang dilakukan pada 20–27 Oktober 2025 tersebut menempatkan sejumlah nama besar di bawah Dedi Mulyadi. Anies Baswedan meraih 9 persen, disusul oleh Gibran Rakabuming Raka dengan 4,8 persen.

Selanjutnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperoleh 3,9 persen, sementara Ganjar Pranowo berada di posisi berikutnya dengan elektabilitas 3,7 persen.

Dengan hasil survei Capres 2029 ini, nama Dedi Mulyadi semakin mencuat sebagai salah satu figur potensial, meski ia sendiri memilih untuk berfokus pada kinerja dan pembangunan Jawa Barat untuk saat ini.

Editor: Gelora.me

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar