Proyek Kereta Cepat Whoosh: Utang Rp118 Triliun dan Tanggung Jawab Presiden Jokowi
Polemik proyek Kereta Cepat Whoosh kembali mencuat ke permukaan. Penyebabnya adalah terungkapnya besaran utang dan kerugian finansial yang fantastis dari mega proyek tersebut. Ubedilah Badrun, seorang aktivis dan akademisi, secara tegas menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan pihak yang paling bertanggung jawab atas kekisruhan ini.
Ubedilah menjelaskan bahwa kebijakan yang diambil Presiden Jokowi di masa lalu menjadi akar permasalahan yang kini membelit proyek strategis nasional itu. Keputusan untuk merealisasikan proyek kereta cepat dan memilih Tiongkok sebagai mitra dinilai sebagai kebijakan murni dari kepala negara pada saat itu.
Jokowi Dituntut Bertanggung Jawab Penuh atas Whoosh
Dalam sebuah diskusi, Ubedilah dengan jelas menunjuk Presiden Jokowi. "Saya kira kalau saya boleh katakan, ya Joko Widodo (yang harus tanggung jawab)," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa tanggung jawab utama berada di pundak Jokowi sebagai pengambil keputusan tertinggi yang menjadikan proyek Kereta Cepat Whoosh sebuah kenyataan. "Karena (Jokowi) mengubah tadinya dengan Jepang daripada dengan China, dan saat itu presidennya adalah Joko Widodo," tambahnya.
Artikel Terkait
Pria Tertua Arab Saudi Meninggal di Usia 142 Tahun, Miliki 134 Keturunan
Partai Buruh & KSPI Tolak Penghapusan Pilkada Langsung: Ancaman bagi Upah Buruh dan Demokrasi
SBY Tegaskan Persaudaraan Modal Utama Bangsa Kuat, Peringatkan Bahaya Konflik Internal
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024: Kronologi, Dugaan, dan Sindiran Yudo Sadewa