Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai memiliki motif khusus di balik keinginannya untuk terus bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto pasca lengser. Tindakan ini dibaca sebagai upaya untuk melindungi warisan politik dan kebijakannya selama sepuluh tahun memimpin, sekaligus mengamankan posisi anak kandungnya, Gibran Rakabuming Raka, yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden.
Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, menyoroti fenomena unik ini. Menurutnya, dalam sejarah politik Indonesia, baru kali ini seorang mantan presiden sangat aktif dan berhasrat untuk terus bertemu dengan presiden terpilih.
Hari Purwanto melihat bahwa motif Jokowi tidak terlepas dari status putranya, Gibran, sebagai wakil presiden. Sikap ini disebut sangat berbeda dengan mantan presiden sebelumnya yang umumnya lebih legowo melepaskan jabatan dan memberikan dukungan dari kejauhan.
Artikel Terkait
Partai Buruh & KSPI Tolak Penghapusan Pilkada Langsung: Ancaman bagi Upah Buruh dan Demokrasi
SBY Tegaskan Persaudaraan Modal Utama Bangsa Kuat, Peringatkan Bahaya Konflik Internal
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024: Kronologi, Dugaan, dan Sindiran Yudo Sadewa
Hegemoni AS di Venezuela: Intervensi, Minyak, dan Ancaman Demokrasi