Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai memiliki motif khusus di balik keinginannya untuk terus bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto pasca lengser. Tindakan ini dibaca sebagai upaya untuk melindungi warisan politik dan kebijakannya selama sepuluh tahun memimpin, sekaligus mengamankan posisi anak kandungnya, Gibran Rakabuming Raka, yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden.
Direktur Eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR), Hari Purwanto, menyoroti fenomena unik ini. Menurutnya, dalam sejarah politik Indonesia, baru kali ini seorang mantan presiden sangat aktif dan berhasrat untuk terus bertemu dengan presiden terpilih.
Hari Purwanto melihat bahwa motif Jokowi tidak terlepas dari status putranya, Gibran, sebagai wakil presiden. Sikap ini disebut sangat berbeda dengan mantan presiden sebelumnya yang umumnya lebih legowo melepaskan jabatan dan memberikan dukungan dari kejauhan.
Artikel Terkait
Kecelakaan Tambang Antam di Bogor: Pekerja Terjebak Asap Tebal, Evakuasi Terhambat
Residivis Ponorogo Bobol Rumah Tetangga 3 Jam Setelah Bebas, Terekam CCTV!
Penarikan Besar Susu Formula Nestle: Daftar Produk, Gejala, dan Negara Terdampak
Sahroni Klaim Rugi Rp 80 Miliar: Saya Tidak Korupsi Tapi Rumah Saya Dijarah! - Fakta Lengkap