"Proyektil gas air mata tidak masuk sekolah, tapi jatuh dekat gerbang bawah sana lebih 30 meter dari sekolah. Angin mengarah ke sini. Anak-anak kita terimbas jadinya," ujarnya.
"Asap gas air mata lumayan pekat. Seperti awan asap," tambahnya.
SMPN 22 Tanjung Kertang, Rempang, Kota Batam itu sendiri memiliki 354 orang siswa. Untuk guru dan tata usaha di sekolah tersebut berjumlah 24 orang.
"Anak-anak yang terdampak sekitar belasan. Jumlah pastinya masih kita hitung. Mereka dilarikan ke rumah sakit Marinir," ujarnya.
Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Zahwani Pandra Arsyad dikonfirmasi terkait kejadian itu mengatakan, Polda Kepri hanya mem-back up kegiatan tersebut. Kendali penuh kegiatan di Rempang oleh Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto.
"Semua ini adalah kendali penuh Kapolresta Barelang dan Polda Kepri hanya bersikap Memback-up, silahkan terkait SOP yang dijalankan bisa ke Kapolresta," ujarnya.
Sumber: detikcom
Artikel Terkait
Pria Tertua Arab Saudi Meninggal di Usia 142 Tahun, Miliki 134 Keturunan
Partai Buruh & KSPI Tolak Penghapusan Pilkada Langsung: Ancaman bagi Upah Buruh dan Demokrasi
SBY Tegaskan Persaudaraan Modal Utama Bangsa Kuat, Peringatkan Bahaya Konflik Internal
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024: Kronologi, Dugaan, dan Sindiran Yudo Sadewa