Korban juga sempat dipukul juga dan diancam akan dibikin cacat oleh para pelaku.
"Barang korban juga diambil, jam tangan, uang dari ATM pin-nya diminta secara paksa. Kemudian mereka berhenti di ATM kemudian diambil uangnya Rp 500 ribu, kemudian HP," tegas Titus.
Korban kemudian dibawa berputar-putar lagi hingga akhirnya diturunkan di daerah Kemang, Bogor.
"Setelah itu berjalan 4 hari kami lakukan penyelidikan, kami lakukan cek ke TKP awal, kami dapatkan petunjuk-petunjuk, setelah itu tadi subuh (Kamis pagi) baru kami tangkap pelakunya," ungkap dia.
Korban kini dalam kondisi trauma. Korban mendapat terapi psikologi.
"Korban sedang kita lakukan konsultasi psikolog untuk rehabilitasi. Pelaku segera kita proses sesuai hukum dan ketentuan yang berlaku," ujar Titus.
Pihak Kepolisian masih mendalami apakah pelaku dan korban saling kenal, kemudian juga apakah ada korban lainnya dari para pelaku.
"Masih kita dalami, apakah pelaku sudah kenal lama dengan korban atau belum. Itu masih kita dalami kemungkinan ada indikasi mengenal atau tidak. Ini masih membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut," urai dia.
Dua pelaku diketahui bekerja serabutan dan sudah berkeluarga. Keduanya ditangkap di tempat terpisah, di Kuningan Jaksel, dan di Depok.
"Motifnya ekonomi. Jadi butuh uang memang. Handphone-nya sempat dijual yang hasil dari dirampas itu. Handphone-nya dijual untuk alasan motif ekonomi," beber Titus.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
Iran Ancam Ratakan Israel Jika Diserang: Netanyahu Hubungi Putin untuk Meredam Ketegangan
Trump Bocorkan Rencana Serang Venezuela ke CEO Minyak AS: Fakta & Reaksi PBB
Biaya Sumur Bor Rp150 Juta untuk Korban Bencana, Ini Penjelasan Lengkap KSAD Maruli
Demo Buruh Jawa Barat 2025: 10.000 Pekerja Demo Tuntut Revisi UMSK Dedi Mulyadi