Trump Bocorkan Rencana Serang Venezuela ke CEO Minyak AS: Fakta & Reaksi PBB

- Selasa, 06 Januari 2026 | 19:25 WIB
Trump Bocorkan Rencana Serang Venezuela ke CEO Minyak AS: Fakta & Reaksi PBB

Isyarat Rahasia Trump ke CEO Minyak AS Sebelum Serangan dan Penculikan Maduro

Rencana Amerika Serikat (AS) untuk menyerang Venezuela dan menculik Presiden Nicolas Maduro pada 3 Januari 2026 ternyata telah dibocorkan oleh Donald Trump kepada para bos perusahaan minyak AS sebulan sebelumnya. Laporan eksklusif dari The Wall Street Journal (WSJ) mengungkap bahwa Trump memberikan isyarat kunci melalui pesan singkat yang berisi kata: "bersiaplah."

Sumber-sumber WSJ menyebutkan bahwa Trump hanya menyampaikan satu isyarat misterius itu tanpa penjelasan lebih lanjut. Menariknya, ia tidak meminta pandangan para CEO terkait investasi di ladang minyak Venezuela saat itu, namun justru mengumumkan minat investasi AS secara terbuka setelah serangan terjadi.

Isyarat ini, menurut analisis WSJ, menunjukkan peran sentral minyak Venezuela dalam keputusan militer berisiko tinggi yang diambil Trump. Pada 5 Januari 2026, Trump sendiri mengonfirmasi bahwa perusahaan-perusahaan minyak AS sangat tertarik beroperasi di Venezuela dan akan berinvestasi besar-besaran di infrastruktur negara tersebut.

Serangan Militer dan Tanggapan Internasional

Pada 3 Januari 2026, AS melancarkan serangan besar-besaran ke Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Keduanya kemudian dibawa ke New York untuk diadili atas tuduhan "narko-terorisme".

Serangan ini memicu kecaman keras dari berbagai negara. Rusia melalui Kementerian Luar Negerinya menyatakan solidaritas penuh dengan rakyat Venezuela, menuntut pembebasan segera Maduro dan Flores, serta mencegah eskalasi konflik.

Venezuela Gugat AS di Dewan Keamanan PBB

Halaman:

Komentar