"Ada sekitar 20 orang disana. Peti mati mulai mengeluarkan suara. Ibuku terbungkus seprai dan mengetuk peti mati. Ketika kami mendekat, kami melihat ia terengah-engah," ungkap Barbera.
"Itu membuat kami semua ketakutan," tambahnya, seperti dimuat News9.
Seketika Montoya langsung kembali dilarikan ke rumah sakit. Hingga Senin (12/6), Montoya masih dalam kondisi serius di bawah intubasi.
Kementerian Kesehatan mengatakan telah membentuk komite teknis untuk menyelidiki rumah sakit dan dokter yang bertugas.
Sumber: rmol
Artikel Terkait
Partai Buruh & KSPI Tolak Penghapusan Pilkada Langsung: Ancaman bagi Upah Buruh dan Demokrasi
SBY Tegaskan Persaudaraan Modal Utama Bangsa Kuat, Peringatkan Bahaya Konflik Internal
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024: Kronologi, Dugaan, dan Sindiran Yudo Sadewa
Hegemoni AS di Venezuela: Intervensi, Minyak, dan Ancaman Demokrasi