Pilkada Langsung adalah Hasil Perjuangan Reformasi
Ia menekankan bahwa sistem pemilihan langsung merupakan hasil perjuangan berat Reformasi yang tidak boleh diabaikan. “Ada darah rakyat, mahasiswa, dan buruh yang tertumpah untuk memastikan presiden dan kepala daerah dipilih langsung. Kenapa kita harus mundur ke sistem yang pernah gagal?” kata Said Iqbal.
Usulan Partai Buruh untuk Tekan Biaya dan Politik Uang
Menanggapi anggapan Pilkada langsung berbiaya tinggi, Said Iqbal menyatakan bahwa sumber pemborosan sebenarnya terletak pada praktik politik uang, bukan pada mekanisme pemilihannya. Untuk itu, Partai Buruh mengusulkan revisi aturan pemilu untuk meningkatkan transparansi.
Usulan konkretnya adalah mewajibkan penyampaian hasil penghitungan suara di setiap TPS (daftar suara, tabulasi, rekapitulasi) kepada seluruh partai politik peserta pemilu. Dengan demikian, setiap pihak dapat saling mengawasi dan memantau.
“Ketika semua partai mengetahui hasil suara masing-masing secara terbuka, ruang untuk manipulasi dapat ditekan secara signifikan,” jelas Said Iqbal yang juga merupakan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).
Komitmen Partai Buruh untuk Demokrasi Langsung
Partai Buruh menegaskan kembali komitmennya untuk mempertahankan sistem Pilkada langsung. Langkah ini dinilai crucial untuk menjaga semangat demokrasi, kedaulatan rakyat, dan menghormati perjuangan era Reformasi.
Artikel Terkait
Kejagung Geledah Kemenhut Usut Korupsi Tambang Nikel Konawe Utara, KPK Sudah SP3
Dr. Richard Lee Diperiksa sebagai Tersangka: Kejanggalan Perlakuan Khusus di Polda Metro Jaya
Prabowo Kritik Elit Politik Hanya Bisa Nyinyir, Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan 2025
Hasil Pemeriksaan Etik Dewas KPK Kasus Bobby Nasution Diumumkan Pekan Depan