Dosen ilmu pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pamulang (FISIP UNPAM), Efriza menilai, kondisi ini imbas kinerja buruk Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ristek, Nadiem Makarim menyejahterakan para guru dan pendidik.
"Kegagalan Nadiem ini sayangnya dipelihara oleh Presiden Jokowi," ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (18/5).
Pengamat politik dari Citra Institute itu memandang, seharusnya Jokowi tidak lagi menjadikan Nadiem sebagai Mendikbud di kabinet Indonesia Maju.
Pasalnya, dari pengamatannya terhadap beberapa kebijakan Nadiem, mulai dari penerapan kurikulum hingga beban kerja guru terlalu berat.
"Sayangnya, Jokowi tak berani me-reshuffle menteri yang gagal sejak awal dalam penilaian kinerja itu," tuturnya.
Artikel Terkait
Reshuffle Kabinet Prabowo 2024: Juda Agung Wamenkeu, Sugiono Menko, dan Isu Pergantian Menkomdigi
Ahok di Sidang Korupsi Pertamina: Dorong Periksa Erick Thohir dan Jokowi untuk Ungkap Tuntas
Kritik Sejarawan JJ Rizal: Menteri Muda Era Revolusi vs Sekarang, Mana yang Lebih Matang?
KPK Minta Noel Ebenezer Buka Suara Soal Parpol K di Sidang, Bukan di Media