Pengeroyokan Guru SMK di Jambi: Kronologi Lengkap, Penyebab, dan Pengakuan Siswa Soal Hinaan

- Senin, 19 Januari 2026 | 08:25 WIB
Pengeroyokan Guru SMK di Jambi: Kronologi Lengkap, Penyebab, dan Pengakuan Siswa Soal Hinaan

“Dia maunya dipanggil ‘prince’ atau pangeran, bukan bapak,” kata MUF. Ia juga menuduh guru tersebut sering melontarkan kata-kata kasar dan menghina.

“Sering ngomong kasar, menghina siswa dan orang tua, bilang bodoh dan miskin,” ujarnya.

Kronologi Menurut Siswa:

  • Pemicu: Saat kelas ribut, MUF berteriak "Woi, diam" tanpa sadar Agus lewat. Agus kemudian masuk ke kelas dan memanggilnya.
  • Tamparan Pertama: Saat MUF menjawab panggilan "Prince", ia langsung ditampar oleh Agus di dalam kelas.
  • Eskalasi: Setelah sempat reda, ketegangan memuncak lagi saat Agus keluar dari kantor membawa sapit rumput dan mengejar siswa.
  • Pengeroyokan: MUF mendekat untuk meminta maaf atas hinaan ke orang tua, namun justru ditinju hidung oleh Agus. Aksi tinju inilah yang kemudian memicu aksi pengeroyokan siswa terhadap gurunya.

“Kalau tidak ditinju dulu, tidak akan ada pengeroyokan,” tegas MUF.

Laporan ke Polda Jambi dan Visum

Agus Saputra, didampingi kakaknya Nasir, telah melaporkan kejadian ini ke Polda Jambi pada Kamis (15/1/2026). Mereka merasa dirugikan secara mental dan psikis, terutama karena video insiden tersebut viral.

“Adik saya sedikit pusing. Kita bikin laporan dari jam empat sore,” kata Nasir. Ia juga mengonfirmasi bahwa visum et reperum telah dilakukan dan terdapat bekas lebam pada tubuh Agus sebagai barang bukti.

Insiden ini menyisakan luka mendalam bagi kedua belah pihak dan menjadi cermin krisis komunikasi dan respek dalam dunia pendidikan. Proses hukum kini akan menentukan langkah selanjutnya dari kasus yang memalukan ini.

Halaman:

Komentar