"Bukan contoh seperti itu yang ingin kita bangun dan tuju di negeri ini. Bukan itu pilihan yang mesti dipilih oleh bangsa kita," tegas SBY.
Tanggung Jawab Para Pemimpin
Oleh karena itu, SBY menyampaikan harapannya kepada pemerintah dan seluruh pemimpin di Indonesia. Ia menegaskan bahwa para pemimpin memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan Indonesia tetap rukun dan bersatu dalam persaudaraan yang tinggi.
"Menjaga persatuan dan kerukunan, unity in diversity, harmony in diversity, bukan not to be taken for granted. Harus dijaga, dirawat sampai kapan pun," tegasnya.
Lebih lanjut, SBY menyatakan bahwa menjaga kerukunan adalah misi dan kewajiban bersama. "Itu misi, kewajiban dan tanggung jawab para pemimpin di negeri ini, termasuk para pemimpin agama, para tokoh masyarakat di samping mereka-mereka yang sedang mengemban amanah untuk memimpin negara dan pemerintahan," tutupnya.
Pidato SBY ini kembali mengingatkan pentingnya menjaga persatuan nasional dan harmoni sosial sebagai pondasi dasar untuk membangun Indonesia yang maju dan berdaulat, terhindar dari konflik yang menghancurkan banyak negara lain di dunia.
Artikel Terkait
Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji 2024: Kronologi, Dugaan, dan Sindiran Yudo Sadewa
Hegemoni AS di Venezuela: Intervensi, Minyak, dan Ancaman Demokrasi
Perang Dunia III Sudah Dimulai? Pakar Rusia Ungkap Bentuk & Alasannya
KPK Tetapkan Yaqut Cholil Qoumas Tersangka Korupsi Kuota Haji, Rp100 Miliar Dikembalikan