Mengungkap Praktik Kecurangan Pilkada Lewat DPRD
Salah satu pembahasan paling menonjol dalam podcast tersebut adalah pengakuan Ahok mengenai praktik kecurangan yang pernah ia saksikan dalam mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang dilakukan melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Ahok mengungkapkan bahwa wacana mengembalikan Pilkada melalui DPRD menjadi alasan utama dirinya memutuskan untuk keluar dari partai politik. “Dulu aku keluar dari partai politik gara-gara itu. Sudah tahulah ya,” tegas Ahok dalam podcast tersebut.
Kilas Balik Keputusan Keluar dari Partai Gerindra
Keputusan Ahok untuk meninggalkan Partai Gerindra pada 10 September 2014 silam berakar dari ketidaksejalanan dengan dukungan partai terhadap Revisi UU Pemilukada yang mengusung pemilihan kepala daerah secara tidak langsung oleh DPRD.
Ahok mengaku mengetahui secara persis praktik yang terjadi, seperti dalam Pemilihan Gubernur Riau kala itu. Menurutnya, para anggota DPRD telah mendapat instruksi terlebih dahulu mengenai calon yang harus mereka pilih, jauh sebelum proses pemilihan resmi berlangsung.
Pengetahuan ini ia dapatkan dari pengalaman sering membantu ayahnya, mendiang pengusaha Indra Tjahaja Purnama. “Saya dari sekolah kan, banyak bantu bapak saya. Jadi, dulu ketua-ketua partai besar itu pasti kumpulnya di rumah Bapak saya,” ujar Ahok.
Ia melanjutkan, “Makanya, saya tahu persis dulu misalnya dari tiga partai, pemilihan bupati misalnya, partai berkuasa itu bisa kumpulin ketua partai... diatur tuh, pilih siapa, pilih siapa.”
Artikel Terkait
Profil Eny Retno, Istri Gus Yaqut: Setia 21 Tahun, Latar Belakang & Fakta Lengkap
Korupsi Tambang dan Sawit Rugikan Negara Rp186,48 Triliun: Modus & Solusi AI
Ustaz Abdul Somad Unggah Penolakan Ceramah, Teringat Gus Yaqut Tersangka Korupsi Haji
Gus Yahya PBNU Buka Suara Soal Adiknya, Yaqut Cholil Qoumas, Tersangka Korupsi Haji