Rincian Aset dan Penyebab Kenaikan
Kenaikan drastis ini terutama didorong oleh peningkatan aset keuangan:
- Kas dan Setara Kas: Melonjak dari Rp1,176 miliar (2021) menjadi Rp2,737 miliar (2022).
- Surat Berharga: Naik dari Rp97,8 juta menjadi Rp168,6 juta.
- Aset Bergerak: Memiliki 1 unit mobil Toyota Fortuner/Jeep senilai Rp400 juta.
- Utang: Kewajiban utang yang sebelumnya Rp18 juta pada 2021 menjadi nihil (0) pada 2022.
Menariknya, dalam dua laporan periode tersebut, Arief tidak mencantumkan kepemilikan atas tanah dan bangunan.
Viral Pernyataan "Salah pun Dibela" dan Klarifikasi
Sorotan publik pada Arief Rosyid awalnya dipicu pernyataannya di acara bedah buku yang viral: "Jangankan benar, salah pun kita bela." Pernyataan ini dikritik sebagai bentuk fanatisme politik buta.
Arief kemudian memberikan klarifikasi bahwa ucapannya tidak dimaksudkan secara harfiah. "Sebagai anggota organisasi, saya punya kewajiban membela marwah ketua umum di publik, tetapi mengingatkan di dalam organisasi. Bang Bahlil adalah senior yang respek jika diingatkan," tegasnya.
Kombinasi antara kontroversi pernyataan dan temuan peningkatan kekayaan yang tajam dari LHKPN ini membuat figur Arief Rosyid terus menjadi bahan perbincangan publik.
Artikel Terkait
Profil Eny Retno, Istri Gus Yaqut: Setia 21 Tahun, Latar Belakang & Fakta Lengkap
Korupsi Tambang dan Sawit Rugikan Negara Rp186,48 Triliun: Modus & Solusi AI
Ustaz Abdul Somad Unggah Penolakan Ceramah, Teringat Gus Yaqut Tersangka Korupsi Haji
Gus Yahya PBNU Buka Suara Soal Adiknya, Yaqut Cholil Qoumas, Tersangka Korupsi Haji