Rocky Gerung: Soeharto Bapak Infrastruktur Indonesia, Bukan Jokowi
Pengamat politik Rocky Gerung mengakui kiprah Presiden ke-2 RI Soeharto dalam membangun infrastruktur Indonesia. Menurutnya, Soeharto memiliki catatan sejarah yang melampaui semua mantan presiden dalam hal pembangunan infrastruktur.
Dalam pernyataannya di kanal YouTube pribadi, Rocky Gerung menyatakan, "Bukan Jokowi yang jadi bapak infrastruktur, tapi Soeharto." Pernyataan ini disampaikan sebagai respons objektif meski mengakui rezim Soeharto juga memiliki banyak catatan hitam.
Pembangunan Era Soeharto dan Pertumbuhan Ekonomi
Rocky menjelaskan bahwa Soeharto membawa Indonesia ke dalam ide-ide modern sejak Orde Baru didirikan tahun 1967-1968. Hasilnya, Indonesia tumbuh 78 persen yang memungkinkan industri ekstraktif dialihkan menjadi pembangunan sekolah INPRES, jalan, irigasi, dan infrastruktur lainnya.
"Semua hal yang memungkinkan Indonesia pada waktu itu dihitung sebagai negara yang sukses," jelas akademisi yang dikenal kritis ini.
Protes Mahasiswa dan Teori Rostow
Meski sukses membangun infrastruktur, Rocky menyoroti bahwa ide pembangunan Soeharto yang bertumpu pada Teori Rostow memicu protes mahasiswa. Hal ini tercermin dalam Peristiwa Malari tahun 1974 dan Gerakan Mahasiswa 1977/78.
Rocky menambahkan, "Mahasiswa berupaya menandingi sukses itu dengan catatan-catatan ideologis bahwa kapitalisme tumbuh di bawah kendali otoriteranisme militeristik dengan trilogi pembangunan: stabilitas politik, pembangunan ekonomi, dan pemerataan."
Artikel Terkait
Menag Soroti Potensi Rp1.200 Triliun Dana Umat untuk Entaskan Kemiskinan Ekstrem
Nova Arianto dan Sofie Imam Faizal Resmi Jadi Asisten Pelatih John Herdman di Timnas Indonesia
Prabowo Bahas Strategi Kolaborasi dengan Lima Konglomerat di Hambalang
Pakar Hukum Nilai Pembukaan Salinan Ijazah Jokowi oleh KPU Buka Babak Baru Penelitian